Kiper Perseka Protes Wasit, Laga Andalas Bupati Cup di Banjarnegara Mendadak Memanas dan Berujung Kontak Fisik
- Ig/batur_terkini
Banjarnegara, VIVA Banyumas – Laga Carrot FC vs Perseka dalam Andalas Bupati Cup di Banjarnegara diwarnai insiden dengan wasit setelah Kiper Perseka memprotes keputusan pengadil pertandingan.
Pertandingan Carrot FC kontra Perseka dalam turnamen Andalas Bupati Cup di Kabupaten Banjarnegara berakhir dengan suasana panas. Laga yang berlangsung di Lapangan Desa Kayuares, Minggu (9/8/2026), itu diwarnai insiden antara pemain dan perangkat pertandingan menjelang peluit akhir.
Pertandingan sebenarnya berjalan cukup sengit dan menarik. Kedua kesebelasan harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1.
Namun, tensi pertandingan meningkat ketika kiper Perseka, Herlian Laksono, memprotes keputusan wasit.
Herlian diketahui menerima kartu kuning dan kemudian menghampiri pengadil lapangan untuk mempertanyakan keputusan tersebut.
Protes itu disebut berkaitan dengan sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan Perseka.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah dugaan permainan keras dari pemain lawan yang menurut pihak Perseka tidak selalu dianggap sebagai pelanggaran.
Ketegangan yang awalnya berupa adu argumen kemudian berkembang menjadi insiden fisik. Dalam situasi tersebut, tangan Herlian terlihat mengenai bagian wajah wasit.
Rekan-rekan Herlian dan panitia pertandingan segera mengambil tindakan untuk meredakan situasi.
Pemain tersebut ditahan agar ketegangan tidak berkembang menjadi kericuhan yang melibatkan lebih banyak pihak.
Insiden tersebut menjadi perhatian karena terjadi dalam pertandingan yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas.
Perbedaan pendapat terhadap keputusan wasit merupakan bagian yang kerap muncul dalam pertandingan sepak bola, tetapi tindakan fisik terhadap perangkat pertandingan dapat menimbulkan konsekuensi disipliner.
Sementara itu, belum ada keputusan resmi mengenai sanksi yang akan diberikan kepada Herlian maupun Perseka.
Komite Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jawa Tengah masih menjadi pihak yang memiliki kewenangan untuk menentukan tindak lanjut atas insiden tersebut.
Keputusan disiplin nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai konsekuensi yang harus diterima, sekaligus menjadi evaluasi bagi seluruh peserta turnamen agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Terlepas dari hasil akhir 1-1, insiden di Lapangan Desa Kayuares menjadi catatan tersendiri dalam penyelenggaraan Andalas Bupati Cup di Banjarnegara.