Kekeringan di Banjarnegara Meluas, 11 Desa Krisis Air Bersih, BPBD Sudah Salurkan Lebih dari 1 Juta Liter untuk Ribuan W
- BPBD Banjarnegara
Banjarnegara, VIVA Banyumas – BPBD Banjarnegara terus menangani kekeringan Banjarnegara akibat musim kemarau 2026 dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air bersih di sejumlah wilayah Banjarnegara.
Dampak musim kemarau 2026 mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara mencatat jumlah desa yang mengalami krisis air bersih terus bertambah, sehingga wilayah terdampak kekeringan kini meluas menjadi 11 desa yang tersebar di empat kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan hingga saat ini pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.
“Hingga saat ini tercatat sebanyak 11 desa di empat kecamatan yang terdampak kekeringan,” katanya di Banjarnegara, Kamis.
Berdasarkan data BPBD Banjarnegara, desa-desa yang mengalami kekeringan meliputi Desa Somawangi, Jalatunda, dan Kaliwungu di Kecamatan Mandiraja. Selain itu, Desa Merden di Kecamatan Purwanegara juga terdampak.
Sementara di Kecamatan Bawang, wilayah yang mengalami krisis air bersih meliputi Desa Serang, Wanadri, Gemuruh, dan Kebondalem. Adapun di Kecamatan Pagedongan, desa yang terdampak adalah Duren, Kebutuh Duwur, serta Kebutuh Jurang.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Banjarnegara terus mendistribusikan bantuan air bersih secara bergiliran ke desa-desa terdampak.
Aji Piluroso menjelaskan, pada Rabu (15/7), bantuan air bersih disalurkan ke Desa Jalatunda, Kebondalem, Wanadri, dan Merden. Total bantuan yang dikirim mencapai 14 tangki atau setara sekitar 7.000 liter air bersih.
Proses distribusi tersebut didukung oleh tiga unit truk tangki milik BPBD Banjarnegara serta satu unit truk tangki milik Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarnegara sehingga penyaluran dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Secara kumulatif, bantuan yang telah disalurkan sejak penanganan kekeringan berlangsung mencapai angka yang cukup besar.
“Secara keseluruhan hingga Rabu (15/7), BPBD Banjarnegara telah mendistribusikan bantuan air bersih 1.030.000 liter untuk 3.725 keluarga atau 11.720 jiwa yang terbagi dalam 206 pengiriman,” kata Aji Piluroso.
Seiring meluasnya wilayah terdampak kekeringan di Banjarnegara, BPBD mengimbau pemerintah desa agar segera melaporkan kondisi apabila mulai terjadi kesulitan memperoleh air bersih.