Kronologi Dua Bocah Tenggelam di Banjarnegara, Tim SAR Temukan Korban Berjarak Hingga 3,5 Km dari Titik Awal Hilang

Tim SAR menemukan dua bocah yang tenggelam di saluran irigasi Banjarnegara dalam kondisi meninggal
Sumber :
  • SAR Semarang

Banjarnegara, VIVA Banyumas – Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua bocah tenggelam di saluran irigasi Desa Kalibenda, Banjarnegara, sebelum kedua korban dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk penanganan lebih lanjut.

img_title Kekeringan di Banjarnegara Meluas, 11 Desa Krisis Air Bersih, BPBD Sudah Salurkan Lebih dari 1 Juta Liter untuk Ribuan W

Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua bocah yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat tenggelam di saluran irigasi Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Kedua korban ditemukan pada Kamis (16/7) dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian sejak sehari sebelumnya.

Korban diketahui bernama Muhammad Fadli AI Fayad (10) dan Zafran (12), yang merupakan warga Desa Kalibenda, Kabupaten Banjarnegara. Keduanya dilaporkan hilang pada Rabu (15/7) sore saat bermain di sekitar saluran irigasi.

img_title 2.168 Warga Belajar di Banjarnegara Terima Ijazah Paket A, B, dan C, Pemkab Bidik Kenaikan IPM dan Kualitas SDM

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan menemukan kedua korban di lokasi yang berbeda dari titik awal mereka dilaporkan hilang.

Muhammad Fadli ditemukan sekitar 1,7 kilometer dari lokasi awal kejadian. Sementara itu, Zafran ditemukan lebih jauh, yakni sekitar 3,5 kilometer dari titik pertama kali dilaporkan hilang.

img_title Suhu Dieng Minus 6 Derajat! Embun Upas Jadi Daya Tarik Wisata Banjarnegara, Kunjungan Melonjak Tajam

"Kedua jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk penanganan lebih lanjut," katanya.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah kedua korban langsung dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Sebelum tim SAR tiba di lokasi, warga sekitar telah berupaya melakukan pencarian secara mandiri di saluran irigasi yang memiliki kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga bantuan dari tim SAR gabungan akhirnya dikerahkan.

Proses pencarian pada hari pertama tidak berjalan mudah. Tim menghadapi kendala berupa arus air yang cukup deras karena pintu saluran irigasi masih dalam kondisi terbuka.

Kondisi tersebut membuat pencarian harus dilakukan dengan kehati-hatian tinggi demi keselamatan personel di lapangan.

Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian resmi berakhir. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar saluran irigasi, sungai, maupun perairan lainnya yang memiliki potensi bahaya, terutama ketika arus air sedang deras.