KAI Daop 5 Purwokerto Hemat Listrik 20 Persen Berkat PLTS, Banyumas Dukung Transportasi Ramah Lingkungan

KAI Purwokerto Gunakan Energi Surya di Empat Stasiun, Banyumas Catat Efisiensi Listrik hingga 20 Persen
Sumber :
  • ANTARA/HO-KAI Purwokerto

Purwokerto, VIVA Banyumas – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto terus memperkuat komitmennya terhadap operasional transportasi yang ramah lingkungan melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Langkah ini tidak hanya mendukung penggunaan energi baru terbarukan, tetapi juga berhasil meningkatkan efisiensi konsumsi listrik konvensional hingga sekitar 20 persen.

img_title KPK OTT Rektorat Unsoed, Rektor Akhmad Sodiq hingga 2 Wakil Rektor Diamankan

Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M As'ad Habibuddin, mengatakan pemasangan panel surya di sejumlah stasiun merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi fokus perusahaan dalam menjalankan operasional berkelanjutan.

“Pemanfaatan energi surya juga berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi gas rumah kaca secara berkelanjutan,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin.

img_title Jembatan Garuda Banyumas Resmi Dibuka, Warga Tak Lagi Nekat Seberangi Sungai Tajum Saat Air Meluap

Saat ini, sistem PLTS telah beroperasi di empat stasiun, yakni Stasiun Purwokerto, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Kroya, dan Stasiun Cilacap. Seluruh instalasi tersebut mulai dimanfaatkan sejak 2023 sebagai bagian dari transformasi KAI menuju operasional yang lebih efisien sekaligus berkelanjutan.

As'ad menegaskan KAI Daop 5 Purwokerto akan terus membangun ekosistem bisnis yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan.

img_title Jalan Baru 665 Meter di Banyumas Rampung, Warga Cirahab Kini Punya Akses Alternatif yang Bikin Mobilitas Lebih Lancar

“Melalui pemanfaatan energi surya yang melimpah, perusahaan turut berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca serta mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan," katanya.

Menurut As'ad, sistem PLTS yang diterapkan menggunakan teknologi on grid, yakni terhubung langsung dengan jaringan listrik tanpa menggunakan baterai penyimpanan.

Model tersebut dinilai lebih efektif diterapkan di stasiun kereta api karena seluruh lokasi telah memiliki pasokan listrik yang stabil. Selain lebih sederhana dalam pengoperasian, sistem ini juga mampu menekan konsumsi listrik dari sumber energi konvensional.

“Secara umum, implementasi PLTS di wilayah KAI Purwokerto mampu menghemat penggunaan energi listrik hingga kisaran 20 persen, sehingga operasional menjadi lebih optimal,” katanya.

KAI Daop 5 Purwokerto mencatat total kapasitas PLTS yang telah terpasang mencapai 96,3 kilowatt peak (kWp).

Berdasarkan kajian teknis pemanfaatan PLTS di Indonesia, kapasitas tersebut diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 125 ribu hingga 144 ribu kilowatt hour (kWh) listrik bersih setiap tahun. Besaran produksi listrik tersebut bergantung pada intensitas penyinaran matahari dan kondisi lokasi pemasangan panel surya.

Halaman Selanjutnya
img_title