Fakta Baru Ambruknya Tribun VIP di Banyumas, Polisi Soroti Euforia Penonton dan Antisipasi Panitia

Polresta Banyumas mengusut penyebab ambruknya tribun VIP saat Drift Speed Fest
Sumber :
  • ANTARA

VIVA BanyumasPolresta Banyumas masih menyelidiki insiden Tribun VIP ambruk saat Drift Speed Fest di Banyumas dengan memeriksa 13 saksi, sementara seluruh korban tribun ambruk telah mendapatkan penanganan medis.

img_title 80 Siswa SNT 2 Banyumas Resmi Berangkat MPLS, Sekolah Permanen di Kalibagor Mulai Dibangun Oktober 2026

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas terus mengusut penyebab ambruknya tribun VIP nonpermanen saat gelaran Drift Speed Fest di Gelanggang Olahraga (GOR) Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Insiden yang terjadi pada Minggu (26/7) itu mengakibatkan puluhan penonton mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

img_title Krisis Air Bersih Meluas di Banyumas, 25.817 Warga Terdampak Kemarau dan Harus Menunggu Bantuan Air

Hingga kini, penyidik telah memeriksa 13 saksi untuk mengungkap penyebab pasti runtuhnya tribun. Mereka terdiri atas 12 orang dari unsur penyelenggara acara dan satu korban yang berada di lokasi saat kejadian.

Kapolresta Petrus P. Silalahi mengatakan hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan adanya lonjakan penonton ketika berlangsung pembagian kaus di area tribun VIP.

img_title Subsidi Pusat Disetop: Pemkab Putar Otak Cari Celah Pendanaan Trans Banyumas

"Hasil penyelidikan sementara menunjukkan tribun diduga runtuh akibat euforia penonton saat pembagian kaus yang tidak diantisipasi secara memadai, sementara konstruksi yang digunakan merupakan tribun nonpermanen," ujar Petrus dikutip dari ANTARA, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, saksi dari pihak penyelenggara berasal dari berbagai unsur penting, mulai dari penanggung jawab acara, pemesan tribun, kru panggung, kepala vendor, bagian properti, vendor tiket, vendor perizinan, kepala steward, kru rigging, hingga pimpinan pertandingan.

Selain memeriksa para saksi, penyidik juga menelusuri apakah panitia telah menerapkan langkah mitigasi risiko ketika terjadi peningkatan aktivitas penonton di tribun VIP.

Dari hasil pendalaman sementara, polisi menduga belum ada pengamanan yang memadai saat pembagian kaus berlangsung.

Panitia disebut tidak memberikan peringatan kepada penonton maupun menempatkan petugas di setiap tribun untuk mengendalikan pergerakan massa saat selebrasi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas menegaskan bahwa penanganan korban menjadi fokus utama pascakejadian tersebut.

Bupati Sadewo Tri Lastiono menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan hingga Senin (27/7) pukul 12.00 WIB, sebanyak 90 korban telah mendapatkan pelayanan di 11 rumah sakit.

Dari jumlah tersebut, 49 orang menjalani rawat jalan, 40 orang masih menjalani rawat inap, sedangkan satu korban masih dalam tahap observasi.

Korban tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RST Wijayakusuma, RS Orthopaedi, RS Elisabeth, RS JIH Purwokerto, Unit Geriatri RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, RS Ananda, RS Dadi Keluarga, RS Wiradadi Husada, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, RS Sinar Kasih, serta RSUD Banyumas.

Halaman Selanjutnya
img_title