Banjarnegara Punya Proyek Pertanian Canggih! Lahan Tidur 12 Tahun Disulap, Potensi Pendapatan Tembus Rp1,95 Miliar

Gubernur Ahmad Luthfi Bangunkan Lahan Tidur di Banjarnegara
Sumber :
  • Pemkab Banjarnegara

Kotoran ternak tidak dibiarkan menjadi limbah. Material tersebut diolah menjadi pupuk organik sehingga dapat kembali digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian.

img_title APBD Banjarnegara ‘Jomplang’! DPRD Sentil Belanja 70 persen Habis Buat Rutin, Pembangunan Fisik Terancam

Pada level ketiga, kawasan ditanami cabai dan pisang. Sistem pengairannya menggunakan teknologi drip irrigation serta sprinkler otomatis yang bekerja berdasarkan sensor kelembapan.

Sementara itu, area level empat diperuntukkan bagi tanaman padi dan jagung serta kegiatan perikanan.

img_title Kebakaran di Mandiraja, Banjarnegara: Api Ludeskan Bangunan Tobong Bata

Konsep tersebut membentuk ekosistem pertanian sirkular. Sisa tanaman dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan kotoran ternak diproses menjadi pupuk untuk tanaman. Dengan pola seperti ini, setiap subsektor diharapkan saling mendukung dan mengurangi pemborosan sumber daya.

Pemprov Jawa Tengah memperkirakan pengembangan kawasan tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi kepada sekitar 625 kepala keluarga (KK) warga kurang mampu yang masuk kategori desil 4 di Desa Susukan.

img_title Beras dan Minyak Goreng Dari Bulog Banyumas Siap Ringankan Beban Warga Banjarnegara

Jika seluruh sistem berjalan sesuai rancangan, potensi pendapatan kawasan seluas 10 hektare itu diproyeksikan mencapai sekitar Rp1,95 miliar per bulan. Namun, angka tersebut merupakan potensi berdasarkan perhitungan program dan tetap bergantung pada produktivitas, harga komoditas, serta keberhasilan pengelolaan di lapangan.

Konsep pendapatan juga dirancang tidak hanya bergantung pada masa panen tanaman. Hasil peternakan seperti telur dapat memberikan pemasukan harian, sementara komoditas seperti cabai menghasilkan pendapatan dalam periode tertentu.

“Dengan sistem terintegrasi ini, pemasukan masyarakat tidak harus menunggu panen tahunan. Ada hasil telur setiap hari, cabai dalam beberapa bulan, dan komoditas lain mengikuti siklus produksinya,” ujar Defrancisco.

Bagi Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, program Revola Jateng Optimis menjadi kesempatan untuk mengembangkan potensi pertanian sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan.

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyambut positif penunjukan Desa Susukan sebagai lokasi percontohan pertama program tersebut di Jawa Tengah. Pemerintah daerah berharap optimalisasi lahan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain sektor pertanian, Pemkab Banjarnegara juga melihat peluang pengembangan kawasan tersebut menjadi agrowisata terpadu di Wanayasa. Konsepnya memungkinkan masyarakat dan wisatawan menikmati produk lokal, seperti kopi, sekaligus melihat penerapan teknologi pertanian modern secara langsung.

Pengembangan agrowisata juga berpotensi membuka sumber ekonomi baru apabila dikombinasikan dengan pengolahan hasil pertanian, pemasaran produk lokal, edukasi pertanian, dan aktivitas wisata berbasis masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title