Banjarnegara Jadi Contoh Penanganan Longsor, Bupati Amalia Terima Penghargaan dari Basarnas

Pemkab Banjarnegara Dapat Penghargaan Basarnas
Sumber :
  • Pemkab Banjarnegara

Banjarnegara, VIVA Banyumas – Bupati Amalia bersama Pemkab Banjarnegara bekerja sama dengan Basarnas dalam Operasi SAR menangani longsor Situkung di Banjarnegara.

img_title Kronologi Dua Bocah Tenggelam di Banjarnegara, Tim SAR Temukan Korban Berjarak Hingga 3,5 Km dari Titik Awal Hilang

Bupati Amalia Desiana secara simbolis menerima Piagam Penghargaan dari Basarnas Semarang atas dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan operasi SAR dalam penanganan bencana longsor di Dusun Situkung, Kabupaten Banjarnegara.

Acara penyerahan penghargaan ini berlangsung di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Banjarnegara, pada Rabu (11/3/2026), dan diberikan langsung oleh Kepala Kantor Basarnas Semarang Budiono, S.E., M.M.

img_title 2.168 Warga Belajar di Banjarnegara Terima Ijazah Paket A, B, dan C, Pemkab Bidik Kenaikan IPM dan Kualitas SDM

“Sesuai mandat dari Kepala Basarnas Pusat Marsdya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., kami bermaksud memberikan Piagam Penghargaan kepada Pemkab Banjarnegara. Semoga ke depan dapat terus bersinergi dengan para relawan di Banjarnegara, karena pada akhirnya kami adalah pelayan masyarakat dalam operasi SAR.” ujar Budiono.

“Kami juga siap jika dilibatkan dalam kegiatan pelatihan kebencanaan bersama BPBD dan relawan Banjarnegara.” tambahnya.

img_title Suhu Dieng Minus 6 Derajat! Embun Upas Jadi Daya Tarik Wisata Banjarnegara, Kunjungan Melonjak Tajam

Bupati Amalia, yang didampingi oleh Kepala BPBD Aji Piluroso, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Basarnas Semarang.

“Terima kasih atas upaya pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, pada 16–26 November 2025,” ujarnya Bupati Amalia.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Basarnas Semarang kepada Pemkab Banjarnegara yang telah mendukung dan mendampingi dalam membantu memenuhi kebutuhan para korban bencana Situkung.” tambah Bupati.

Ia menambahkan bahwa saat ini terdapat ada enam desa terdampak telah direlokasi.

Selain pembangunan hunian tetap (huntap) yang sudah selesai, diskusi terkait skema bantuan antara Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabuoaten Banjarnegara juga telah dilakukan, dengan pembagian 50 persen dari provinsi dan 50 persen dari pemerintah kabupaten Banjarnegara

Bupati Amalia juga membuka kemungkinan penanganan bencana Situkung di Banjarnegara dijadikan pilot project bagi kabupaten lain.

Sebagai bentuk penghormatan timbal balik, Bupati Amalia juga menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Basarnas, hal ini menegaskan kolaborasi antara Pemkab Banjarnegara dan Basarnas dalam penanganan bencana longsor.