Ahmad Sahroni Blak Blakan: Saya Ngumpet Saat Massa Geruduk DPR!
- instagram @ahmadsahroni88
Ucapan tersebut memicu reaksi keras dari publik, termasuk tantangan debat dari diaspora Indonesia di Denmark, Salsa Erwina Hutagalung. Menanggapi kritik yang semakin deras, Sahroni kemudian memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa istilah “tolol” tidak ditujukan kepada masyarakat secara umum, melainkan hanya pada logika berpikir sebagian pihak yang menilai DPR bisa dibubarkan hanya karena persoalan gaji dan tunjangan.
“Saya tegaskan, bukan berarti saya tidak mau dikritik. Kritikan itu penting sebagai evaluasi. Tapi jika seruannya sudah pembubaran tanpa solusi, itu tidak masuk akal,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.
Menurut Sahroni, DPR tetap memiliki peran krusial dalam sistem demokrasi Indonesia. Lembaga legislatif berfungsi sebagai penyeimbang kekuasaan eksekutif sekaligus wadah aspirasi rakyat. Jika DPR dibubarkan, fungsi checks and balances akan hilang dan bisa membuka ruang konsentrasi kekuasaan yang berbahaya.
Pengakuan Sahroni yang memilih bersembunyi saat demo menambah panjang daftar sorotan publik terhadap dirinya.
Di satu sisi, ia mengaku menghargai aspirasi masyarakat. Namun di sisi lain, sikap “ngumpet” justru dianggap sebagian warganet sebagai simbol jauhnya wakil rakyat dari rakyat yang sedang menyuarakan keresahan.