Harta Fantastis Ahmad Sahroni Tembus Rp328 M, Disorot Usai Pernyataan Tolol Sedunia dan Tantangan Salsa Erwina
- instagram @ahmadsahroni88
Ahmad Sahroni dilaporkan punya harta Rp328 miliar. Sorotan publik makin besar usai pernyataan kontroversial dan tantangan debat dari Salsa Erwina
Viva, Banyumas - Nama Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena pernyataannya yang menyebut seruan pembubaran DPR sebagai “ide orang tolol sedunia,” melainkan juga karena harta kekayaan pribadinya yang mencapai angka fantastis.
Berdasarkan laporan LHKPN terbaru yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2024, total kekayaan Ahmad Sahroni tercatat sebesar Rp328 miliar. Angka ini menjadikannya salah satu legislator dengan harta terbanyak di Senayan.
Sahroni dikenal publik sebagai “Crazy Rich Tanjung Priok.” Julukan itu bukan tanpa alasan. Ia memiliki koleksi kendaraan mewah dari berbagai merek ternama, mulai dari Ferrari, Porsche, Lamborghini, hingga Tesla Cybertruck.
Nilai aset kendaraan tersebut diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Selain kendaraan, ia juga tercatat memiliki deretan properti bernilai tinggi yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.
Beberapa di antaranya adalah rumah mewah dengan nilai miliaran rupiah. Data LHKPN menyebutkan, sebagian besar kekayaan Sahroni tersimpan dalam bentuk aset bergerak dan tanah bangunan.
Besarnya harta kekayaan Sahroni kembali mencuri perhatian setelah pernyataannya soal “tolol sedunia” viral dan menuai kritik. Seorang wanita bernama Salsa Erwina bahkan secara terbuka menantangnya untuk debat. Publik pun semakin menyoroti gaya hidup mewah Sahroni di tengah situasi politik yang memanas.
Meski kerap menjadi pusat kontroversi, Sahroni tetap menegaskan bahwa seluruh kekayaannya dilaporkan secara transparan melalui mekanisme resmi negara. Hal ini ia sebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dan legal sebagai pejabat publik.
Kasus ini menunjukkan pentingnya keterbukaan harta pejabat publik. Dengan laporan LHKPN yang jelas, masyarakat dapat menilai integritas wakil rakyatnya. Sahroni sendiri menilai kritik dan sorotan publik adalah bagian dari demokrasi, meski ia tetap menolak pandangan bahwa DPR layak dibubarkan.
Kisah Ahmad Sahroni menjadi contoh bagaimana popularitas seorang politisi bisa terhubung erat dengan gaya hidup, harta, serta pernyataan kontroversial yang dilontarkan