Kekeringan Purworejo: BPBD Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih ke Somorejo
- BPBD Purworejo
BPBD Purworejo distribusikan 10 ribu liter air bersih ke Desa Somorejo. Warga Dusun Sejagir dan Dusun Mejing mendapat bantuan untuk atasi kekeringan musim kemarau
Viva, Banyumas - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo kembali bergerak cepat dalam mengatasi dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Pada Rabu, 27 Agustus 2025, BPBD melaksanakan kegiatan pendistribusian air bersih di Desa Somorejo, Kecamatan Bagelen, Purworejo.
Aksi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi warga terdampak. Kegiatan pendistribusian dilakukan di dua titik lokasi dengan total pasokan 10.000 liter air bersih.
Di Dusun Sejagir RT 04/RW 04, sebanyak 15 kepala keluarga (45 jiwa) menerima 5.000 liter air yang diisi ke dalam bak permanen berkapasitas sekitar 8.000 liter.
Sementara itu, Dusun Mejing RT 04/RW 03, yang baru ditambahkan sebagai titik distribusi, memperoleh suplai 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 14 kepala keluarga (40 jiwa). Kehadiran titik distribusi baru di Dusun Mejing menunjukkan perhatian BPBD Purworejo dalam memantau kondisi lapangan secara dinamis.
Pasokan air bersih ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari konsumsi hingga aktivitas rumah tangga.
Seperti diketahui, wilayah Kabupaten Purworejo kerap menghadapi masalah kekeringan saat musim kemarau. Kondisi geografis dan perubahan iklim semakin memperparah ketersediaan air di beberapa desa.
Oleh karena itu, intervensi cepat dari BPBD menjadi langkah penting untuk mencegah krisis berkepanjangan. Selain menyalurkan air bersih, BPBD juga terus melakukan evaluasi untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Monitoring dilakukan secara berkala dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat setempat. Sinergi ini penting agar bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat. Kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat mendapat apresiasi positif dari warga.
Mereka merasa terbantu dengan kehadiran tangki air bersih, apalagi pada saat cadangan sumur mulai mengering. Dukungan seperti ini menjadi bentuk nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat yang sedang kesulitan.
Dengan langkah cepat ini, BPBD Purworejo menunjukkan komitmen untuk terus menjaga ketahanan masyarakat menghadapi musim kemarau.
Distribusi air bersih bukan sekadar solusi darurat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam mengurangi dampak kekeringan. Ke depan, upaya kolaboratif antarinstansi, masyarakat, dan pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan ketahanan air di wilayah Purworejo