Luka Luka hingga Damai Rp2,5 Juta: Fakta Mengejutkan Ricuh Suporter PSIM vs Persib di Yogya

Suasana ricuh suporter di Yogyakarta
Sumber :
  • instagram @persib

Bentrokan suporter PSIM vs Persib pecah di Yogyakarta usai laga imbang 1-1. Polisi catat 15 korban luka, insiden bus jadi pemicu, damai Rp2,5 juta jadi penutupnya

Bukan hanya Persib, Eliano Reijnders juga Dikaitkan dengan Klub Liga 1 Ini

Viva, Banyumas - Kericuhan antarkelompok suporter kembali mencoreng wajah sepak bola Indonesia. Kali ini, insiden pecah di Kota Yogyakarta setelah laga PSIM Yogyakarta kontra Persib Bandung dalam lanjutan Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (24/8/2025) malam.

Meski sempat berlangsung mencekam, pihak Polresta Yogyakarta memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pejabat Sementara (Ps) Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung Harjunadi, menegaskan bahwa seluruh korban luka sudah mendapatkan perawatan medis dan dipulangkan.

Thom Haye Jadi Rekrutan Anyar, Persib: Wilujeng Sumping

“Korban meninggal dunia tidak ada. Kalau luka-luka memang ada sebagian, termasuk anggota polisi juga, tapi semuanya sudah dirawat dan dipulangkan,” jelasnya di Mapolresta Yogyakarta, Senin (25/8/2025) dikutip dari laman Viva.

Menurut kepolisian, kericuhan bermula dari insiden bus rombongan suporter Persib yang menyerempet salah satu suporter PSIM di simpang empat Pingit sekitar pukul 21.00 WIB. Suporter yang terserempet sempat dilarikan ke rumah sakit.

Ricuh di Penutupan PKKMB UNS 2025, Mahasiswa Baru Pingsan di Tengah Kerumunan

Namun, persoalan itu sebenarnya sudah diselesaikan secara damai. Rombongan Persib bahkan mengumpulkan santunan sebesar Rp2,5 juta untuk korban sebagai bentuk tanggung jawab. Sayangnya, kabar simpang siur yang beredar di media sosial justru memicu gelombang kemarahan. Situasi semakin panas hingga bentrokan pecah di beberapa titik, termasuk Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean dan Stasiun Lempuyangan.

Aksi kejar-kejaran juga terjadi di kawasan Malioboro, membuat suasana kota pelajar itu mencekam. Polisi mencatat setidaknya 15 orang mengalami luka-luka, termasuk aparat yang terkena lemparan batu dan pecahan kaca. Sementara itu, satu orang suporter Persib sempat diamankan setelah terlibat kejar-kejaran di kawasan Pasar Beringharjo.

Kericuhan ini menuai sorotan publik karena memperlihatkan betapa rapuhnya situasi antar-suporter di Indonesia, meski insiden awal telah diselesaikan damai.

Polisi menegaskan akan terus melakukan pemetaan dan pengamanan ketat pada setiap laga besar demi mencegah kericuhan terulang kembali. Kasus ini sekaligus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, baik klub, suporter, maupun aparat keamanan. Misinformasi terbukti menjadi pemicu besar terjadinya kericuhan.

Di era digital, klarifikasi cepat dan komunikasi terbuka menjadi kunci agar situasi tidak berujung bentrok. Meski kericuhan sempat meluas, fakta bahwa konflik awal berakhir dengan santunan Rp2,5 juta menunjukkan adanya semangat penyelesaian damai di kalangan suporter.

Kini, masyarakat menanti langkah nyata semua pihak untuk menghadirkan sepak bola yang benar-benar aman, sportif, dan penuh hiburan