Bukan Keracunan, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Klaim Siswa Hanya Belum Terbiasa Menu MBG

Ahmad Luthfi klarifikasi dugaan keracunan MBG
Sumber :
  • Pemprov Jateng

Kasus MBG di Sragen bukan keracunan, kata Gubernur Jateng. Siswa alami diare karena belum terbiasa menu bergizi. Pengawasan program diminta diperketat

Sidang Uang Palsu UIN Alauddin, Annar Klaim Jaksa Minta Rp 5 Miliar untuk Bebas

Viva, Banyumas - Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan keracunan siswa di Kabupaten Sragen. Namun, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak dapat langsung divonis sebagai keracunan.

Menurutnya, siswa yang mengalami gejala seperti diare kemungkinan hanya belum terbiasa dengan menu bergizi yang disajikan.

Muncul Dugaan Food Tray MBG Impor dari China Mengandung Babi, IPNU Lakukan Uji Lab

“Pengawasan perlu diperketat. Kemarin ada kasus di Sragen, tetapi saya yakin itu bukan keracunan. Anak-anak hanya belum terbiasa dengan menunya sehingga mengalami diare,” jelas Luthfi dalam Rapat Konsolidasi Satgas Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota di Grhadika Bhakti Praja, Kamis (28/8/2025).

Ia meminta bupati dan wali kota di seluruh Jawa Tengah untuk lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan terkait program MBG. Menurutnya, jangan sampai sebuah kasus langsung divonis sebagai keracunan tanpa ada hasil pemeriksaan resmi dari dinas kesehatan.

Momen Haru Anak Bajang: Rambut Gimbal Dicukur AHY dan Gubernur Jateng di Dieng Culture Festival 2025

“Mohon kepada bupati dan wali kota, jangan gampang-gampang menyebut ini keracunan sebelum ada hasil pemeriksaan dinas,” tegasnya.

Selain meminta pengawasan diperketat, Luthfi juga mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melibatkan Satgas MBG daerah dalam pengawasan distribusi makanan. Dengan langkah tersebut, diharapkan potensi kesalahpahaman maupun insiden kesehatan bisa diminimalisir.

Halaman Selanjutnya
img_title