KEREN! Pesawat Tempur Su-57 Milik Rusia Mengungguli Pesawat Tempur F-22 Amerika Saat Perang Udara Skala Besar

Perbandingan Pesawat Tempur Su-57 dengan F-22
Sumber :
  • bulgarianmilitary

VIVA, Banyumas – Pesawat tempur generasi kelima terus menjadi pusat perhatian dunia pertahanan. Di antara yang paling menonjol adalah Sukhoi Su-57 dari Rusia dan Lockheed Martin F-22 Raptor dari Amerika Serikat.

img_title Viral 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, DPR: Jangan Keburu Vonis, Cerita Sebenarnya Harus Dicari

Keduanya sama-sama dirancang untuk dominasi udara, namun memiliki filosofi desain dan strategi operasi yang berbeda.

Perbedaan inilah yang membuat Su-57 memiliki keunggulan signifikan dalam operasi ofensif besar-besaran, meskipun F-22 unggul di aspek lain.

img_title Sempat Dikabarkan Terluka, Mojtaba Khamenei Kini Muncul dan Kirim Instruksi Keras ke Musuh Iran

F-22 Raptor dikembangkan pada era Perang Dingin untuk mengalahkan MiG-29 dan Su-27 Soviet.

Fokusnya adalah siluman radar ekstrem, manuver presisi, dan integrasi teknologi canggih. Sistem radar AESA AN/APG-77 dan kemampuan supercruise Mach 1,82 tanpa afterburner menjadi andalan utamanya.

img_title IHSG Dibuka Turun, Investor Resah! Konflik AS-Iran dan Inflasi Jadi Momok Baru Pasar Saham

Sebaliknya, Su-57 dikembangkan melalui program PAK FA sejak 2002 untuk menggabungkan siluman, daya tembak besar, jangkauan jauh, dan fleksibilitas peran.

Rusia memprioritaskan ketahanan fisik dan kapasitas senjata, termasuk ruang internal yang lebih luas dan opsi titik keras eksternal untuk misi skala besar.

F-22 memiliki Radar Cross Section (RCS) hanya 0,0001 m², membuatnya hampir tak terlihat oleh radar.

Su-57 memiliki RCS lebih besar, sekitar 0,5 m², tetapi mengimbanginya dengan penyamaran inframerah dan pengacau elektronik, sehingga tetap efektif dalam menghadapi berbagai sistem deteksi.

Daya Tembak dan Kapasitas Serangan

Keunggulan Su-57 dalam skenario ofensif terlihat dari arsenal persenjataannya. Pesawat ini dapat membawa rudal udara-ke-udara R-77M dengan jangkauan 190 km, rudal jelajah Kh-59MK2 untuk serangan darat sejauh 290 km, hingga rudal hipersonik Kh-47M2 Kinzhal yang melesat lebih dari Mach 10.

Dengan enam titik keras internal dan enam eksternal, Su-57 mampu membawa lebih banyak senjata dibandingkan kebanyakan pesawat tempur Barat, memungkinkan serangan simultan terhadap banyak target.

Integrasi dengan UAV dan Serangan Terkoordinasi

Salah satu faktor yang membuat Su-57 unggul dalam perang modern adalah kemampuannya bekerja sama dengan UAV Okhotnik.

Dalam operasi, Su-57 dapat mengoordinasikan serangan bersama drone untuk pengintaian, penyerangan, hingga mengacaukan sistem komunikasi musuh.

Kombinasi ini meningkatkan efektivitas operasi ofensif massal, terutama ketika disinkronkan dengan sistem peperangan elektronik seperti “Khibiny”.

Halaman Selanjutnya
img_title