Dulu Kalah dari Indonesia, Curaçao Kini Hadapi Jerman di Grup E Piala Dunia 2026
- Dok. FIFA
VIVA Banyumas – Curaçao yang pernah dikalahkan Timnas Indonesia kini tampil di Piala Dunia 2026, masuk dalam drawing Piala Dunia dan berada di grup berat saat Curaçao satu grup dengan Jerman.
Piala Dunia 2026 resmi menghadirkan kejutan besar. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah lolosnya Timnas Curaçao, negara kecil di kawasan Karibia ke putaran final dan kini berada satu grup dengan raksasa Eropa, Jerman.
Situasi ini terasa kontras bila mengingat bahwa pada 2022 lalu, Curaçao dua kali dikalahkan oleh Timnas Indonesia pada laga persahabatan dengan skor 3-2 dan 2-1.
Kekalahan dari Indonesia pada 24 dan 27 September 2022 menjadi titik balik bagi Curaçao. Seusai dua laga itu, mereka tampil konsisten di kualifikasi zona CONCACAF.
Dengan jumlah penduduk yang relatif kecil, kesuksesan ini menempatkan Curaçao sebagai salah satu negara dengan populasi terkecil yang berhasil menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Lolosnya Curaçao terasa semakin istimewa karena mereka tidak hanya memastikan tiket, tetapi juga masuk ke grup yang sarat persaingan berat.
Mereka tergabung dalam Grup E bersama Jerman, Pantai Gading, dan Ekuador, sebuah ujian besar yang bisa menjadi panggung pembuktian.
Acara drawing Piala Dunia 2026 digelar megah di John F Kennedy Center for the Performing Arts, Washington DC.
Momen ini menjadi sorotan global, bukan hanya karena hasil undian grup, tetapi juga karena daftar tamu VVIP yang hadir.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, serta Presiden Meksiko Claudia Scheinbaum terlihat duduk di barisan terdepan. Presiden FIFA, Gianni Infantino, bersama Trump membuka acara dengan sambutan resmi.
Selain pemimpin dunia, panggung undian ikut diramaikan para selebritas internasional seperti Kevin Hart, Heidi Klum, Andrea Bocelli, Nicole Scherzinger, hingga Robbie Williams. Nuansa hiburan kelas dunia membuat acara semakin megah dan berbeda dari edisi sebelumnya.
Drawing dipimpin legenda Inggris, Rio Ferdinand, yang didampingi jurnalis peraih penghargaan, Samantha Johnson.
Dengan format 48 tim, distribusi kekuatan pada Piala Dunia 2026 jauh lebih merata. Beberapa grup langsung menyita perhatian, terutama karena potensi duel besar sejak fase awal.