Respon PSSI Setelah Andre Rosiade Singgung “PSSI Malas” dalam Pembinaan Usia Muda

Arya Sinulingga
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA Banyumas – Respon PSSI atas kritik Andre Rosiade muncul setelah ia menyoroti pembinaan usia muda, minimnya kompetisi berjenjang, serta ketergantungan pada naturalisasi dalam tubuh PSSI.

img_title Baru 19 Tahun, Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Ini Sudah Masuk Top Prospek MLS

Andre Rosiade kembali menegaskan komitmennya terhadap pembinaan sepak bola usia dini melalui penyelenggaraan Andre Rosiade Cup ke-3 Jabodetabek pada 6 Desember 2025.

Turnamen yang digelar di Asiop Training Ground, Sentul, Bogor, ini membuka ruang kompetitif bagi 64 tim dari empat kelompok umur, mulai U-8 hingga U-11.

img_title PSSI Belum Umumkan Nama, Bocoran 5 Naturalisasi Baru Timnas Indonesia Sudah Keburu Geger

Kehadiran Exco PSSI Bidang Pembinaan Usia Muda, Arya Sinulingga, menunjukkan bahwa federasi memberi dukungan terhadap kegiatan grassroots seperti ini.

Dalam sambutannya, Andre menyampaikan kritik tajam terhadap PSSI terkait minimnya kompetisi usia muda yang berjenjang dan berkelanjutan.

img_title Tijjani Reijnders Pernah Tolak Timnas Indonesia, Kini Jadi Sorotan Usai Kenakan Jersey Garuda!

Menurutnya, masalah ini turut menjadi penyebab mengapa prestasi pesepakbola Indonesia yang menonjol di kelompok umur sering kali tidak berlanjut ke level senior.

Ia juga menyampaikan kritik terhadap kebiasaan federasi yang terlalu sering mengandalkan naturalisasi.

“Timnas U-15, U-16, U-17 kita bagus, tapi menuju senior selalu keteteran. Kenapa? Karena kita tidak punya kompetisi usia muda yang berjenjang. Kita tidak perlu lagi naturalisasi di tahun 2034. Jangan dikit-dikit naturalisasi. Itu malasnya PSSI,” tegasnya, dikutip dari VIVA.co.id, Sabtu (6/12/2025).

Dari sudut pandang pembangunan sepak bola nasional, kritik tersebut menyoroti pentingnya struktur kompetisi yang rapi dan roadmap pembinaan yang terukur, dua elemen yang menjadi syarat utama negara-negara maju dalam industri sepak bola.

Karena itu, Andre mendesak PSSI segera merancang roadmap komprehensif mencakup kompetisi tingkat SMA, mahasiswa, hingga kelompok umur U-17 sampai U-20, dengan target rampung dalam dua tahun ke depan.

Merespons kritik tersebut, Arya Sinulingga menegaskan bahwa turnamen seperti Andre Rosiade Cup merupakan bagian penting dari pembinaan akar rumput.

“Ini bagian dari membangun grassroot. Anak-anak butuh bermain, bukan pegang handphone,” tuturnya.

Arya juga menambahkan bahwa yang terpenting pada tingkat usia dini adalah intensitas anak menyentuh bola, bukan semata-mata kemenangan. Ia bahkan mengimbau orang tua untuk tidak memberikan tekanan berlebihan kepada anak-anak.

Halaman Selanjutnya
img_title