Final Liga 2 PSIM vs Bhayangkara FC: Adu Tajam Rafael Rodrigues vs Ilija Spasojevic! Produktif Mana?
- Instagram/raffinha07, spasogol
VIVA, Banyumas – Final Liga 2 antara PSIM Jogja dan Bhayangkara Presisi FC yang berlangsung pada Rabu (26/2/2025) di Stadion Manahan, Solo, menjadi panggung pertarungan sengit antara dua striker andalan tim masing-masing.
Rafael Rodrigues dari PSIM Jogja dan Ilija Spasojevic dari Bhayangkara Presisi FC menjadi pusat perhatian dalam duel yang menentukan siapa yang akan keluar sebagai juara.
Rafael Rodrigues menunjukkan ketajaman luar biasa sepanjang musim ini.
Dengan torehan 19 gol, termasuk lima dari titik penalti, ia menjadi tumpuan utama lini serang PSIM Jogja.
Catatan ini jauh lebih tinggi dibandingkan Ilija Spasojevic yang mengoleksi tujuh gol tanpa satupun berasal dari penalti.
Statistik ini menegaskan peran besar Rodrigues sebagai predator kotak penalti yang mampu memanfaatkan setiap peluang dengan baik.
Dalam aspek memberikan umpan matang kepada rekan setim, Spasojevic sedikit lebih unggul dengan tiga assist dibandingkan Rodrigues yang belum mencatatkan assist sepanjang musim.
Rodrigues lebih berfokus pada penyelesaian akhir, sementara Spasojevic turut berkontribusi dalam membangun serangan bagi Bhayangkara Presisi FC.
Kreativitas dalam menciptakan peluang juga menjadi indikator penting dalam duel ini.
Spasojevic berhasil menciptakan 15 peluang sepanjang musim, sedikit lebih banyak dibandingkan Rodrigues yang mencatatkan 13 peluang.
Namun, dalam hal tembakan ke gawang, Rodrigues menunjukkan dominasinya dengan 35 tembakan tepat sasaran, hampir dua kali lipat dari catatan Spasojevic yang hanya memiliki 17 tembakan tepat sasaran.
Dari sisi kontribusi waktu bermain, Rafael Rodrigues juga mencatatkan menit bermain lebih banyak dengan total 1.598 menit dibandingkan Spasojevic yang hanya bermain selama 1.114 menit.
Hal ini menunjukkan bahwa Rodrigues lebih sering menjadi pilihan utama dalam skema permainan PSIM Jogja sepanjang musim.
Dengan semua statistik tersebut, pertandingan final ini akan menjadi ajang pembuktian siapa yang lebih efektif dalam memberikan kontribusi nyata bagi timnya.