Longsor Dini Hari di Wonosobo, Dua Rumah Tertimbun Tanah Setinggi 10 Meter
- Instagram @kodim_0707_wonosobo
Hujan deras picu longsor di Dusun Munggang, Wonosobo, menimpa dua rumah warga. Tak ada korban jiwa, tapi kerugian capai Rp250 juta. Warga dan TNI langsung lakukan karya bakti
Viva, Banyumas - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Wonosobo tanpa henti akhirnya memicu bencana tanah longsor di Dusun Munggang, Desa Nderongisor, Kecamatan Mojotengah, pada Rabu (22/10/2025) sekitar pukul 03.15 WIB.
Longsor dengan ketinggian sekitar 10 meter itu menimpa dua rumah warga, milik Mustofa (38) dan Muji Syukur, menyebabkan kerusakan parah dan kerugian besar. Peristiwa terjadi ketika sebagian besar warga masih tertidur. Hujan deras sejak malam membuat tebing di belakang rumah Mustofa tak mampu menahan beban air.
Dalam hitungan detik, tanah longsor menerjang tembok belakang rumah dan menghancurkan hampir seluruh bagian bangunan.
“Dinding rumah langsung roboh, suara gemuruhnya sangat keras,” ujar Mustofa, yang saat kejadian berhasil menyelamatkan diri bersama keluarganya dilansir dari laman Kodim 0707 Wonosobo.
Meski seluruh perabot rumah tangga rusak, Mustofa bersyukur tidak ada korban jiwa. Untuk sementara, ia dan keluarganya mengungsi ke rumah orang tua yang berada tak jauh dari lokasi.
Rumah milik Muji Syukur yang berada di sampingnya juga terdampak, namun hanya mengalami kerusakan ringan. Total kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp250 juta.
Tak lama setelah kejadian, aparat dari Koramil 03/Mojotengah Kodim 0707/Wonosobo, BPBD Kabupaten Wonosobo, bersama relawan dan warga, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan karya bakti.
Mereka bergotong royong membersihkan material longsor dan mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Danramil 03/Mojotengah, Kapten Arm Suyitno, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
“Kami mengimbau warga di lereng atau dekat tebing untuk memperhatikan tanda-tanda pergerakan tanah. Bila terlihat retakan, segera menjauh dan laporkan ke aparat,” katanya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga mengirimkan bantuan logistik untuk mendukung proses pembersihan dan kebutuhan pengungsi.
Pemerintah desa dan masyarakat setempat menunjukkan solidaritas tinggi dengan membantu keluarga korban tanpa menunggu instruksi. Musibah ini menjadi pengingat penting bagi warga Wonosobo yang tinggal di kawasan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.