Ban Mobil Bekas Murah? Waspada Jebakan! Ini Cara Cerdas Pilih yang Aman dan Awet

Tips Membeli Ban Mobil Bekas
Sumber :
  • YouTube/Kebojero otomotif

VIVA, Banyumas – Memilih ban mobil bekas bisa menjadi alternatif ekonomis bagi pemilik kendaraan.

Namun, kehati-hatian ekstra diperlukan untuk memastikan ban mobil yang dibeli tetap aman dan nyaman digunakan.

Menurut video dari kanal YouTube Kebojero otomotif, langkah pertama yang krusial adalah memeriksa kondisi fisik ban secara menyeluruh.

Perhatikan dengan seksama telapak ban (tread). Pastikan kedalaman alurnya masih memadai dan tidak aus secara tidak merata.

Keausan yang tidak merata bisa mengindikasikan masalah pada kaki-kaki mobil sebelumnya atau tekanan angin yang tidak tepat.

Selain itu, cari retakan atau benjolan pada dinding ban (sidewall). Retakan halus mungkin terlihat sepele, namun dapat menjadi titik lemah yang berpotensi menyebabkan ban pecah saat digunakan.

Benjolan juga merupakan indikasi kerusakan internal yang serius dan ban dengan kondisi seperti ini sebaiknya dihindari.

Selanjutnya, periksa kode produksi atau DOT (Department of Transportation) yang tertera pada dinding ban. Kode ini menunjukkan minggu dan tahun pembuatan ban.

Misalnya, kode "1023" berarti ban tersebut diproduksi pada minggu ke-10 tahun 2023.

Ban yang terlalu tua, meskipun terlihat masih bagus secara fisik, komponnya mungkin sudah mengeras dan kehilangan elastisitasnya, sehingga mengurangi daya cengkeram dan kenyamanan berkendara.

Idealnya, pilihlah ban bekas yang usianya belum terlalu lama, maksimal sekitar 3-4 tahun sejak tanggal produksinya.

Selain kondisi fisik dan usia, perhatikan juga ukuran dan spesifikasi ban. Pastikan ukuran ban bekas yang akan Anda beli sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil Anda.

Informasi mengenai ukuran ban yang tepat biasanya tertera pada buku manual pemilik kendaraan atau pada stiker di pilar pintu pengemudi.

Menggunakan ukuran ban yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kinerja handling, pengereman, dan bahkan keamanan berkendara.

Perhatikan juga indeks beban (load index) dan rating kecepatan (speed rating) pada ban, pastikan nilainya sama atau lebih tinggi dari rekomendasi pabrikan.

Terakhir, jika memungkinkan, tanyakan riwayat penggunaan ban kepada penjual. Meskipun informasi ini mungkin tidak selalu akurat, namun bisa memberikan gambaran mengenai bagaimana ban tersebut digunakan sebelumnya.

Ban yang sering digunakan untuk beban berat atau pada kondisi jalan yang buruk cenderung memiliki usia pakai yang lebih pendek.

Dengan melakukan pemeriksaan yang teliti dan mempertimbangkan tips dari Kebojero otomotif, Anda dapat meminimalisir risiko mendapatkan ban mobil bekas yang bermasalah dan memastikan keselamatan serta kenyamanan berkendara Anda

VIVA, Banyumas – Memilih ban mobil bekas bisa menjadi alternatif ekonomis bagi pemilik kendaraan.

Namun, kehati-hatian ekstra diperlukan untuk memastikan ban mobil yang dibeli tetap aman dan nyaman digunakan.

Menurut video dari kanal YouTube Kebojero otomotif, langkah pertama yang krusial adalah memeriksa kondisi fisik ban secara menyeluruh.

Perhatikan dengan seksama telapak ban (tread). Pastikan kedalaman alurnya masih memadai dan tidak aus secara tidak merata.

Keausan yang tidak merata bisa mengindikasikan masalah pada kaki-kaki mobil sebelumnya atau tekanan angin yang tidak tepat.

Selain itu, cari retakan atau benjolan pada dinding ban (sidewall). Retakan halus mungkin terlihat sepele, namun dapat menjadi titik lemah yang berpotensi menyebabkan ban pecah saat digunakan.

Benjolan juga merupakan indikasi kerusakan internal yang serius dan ban dengan kondisi seperti ini sebaiknya dihindari.

Selanjutnya, periksa kode produksi atau DOT (Department of Transportation) yang tertera pada dinding ban. Kode ini menunjukkan minggu dan tahun pembuatan ban.

Misalnya, kode "1023" berarti ban tersebut diproduksi pada minggu ke-10 tahun 2023.

Ban yang terlalu tua, meskipun terlihat masih bagus secara fisik, komponnya mungkin sudah mengeras dan kehilangan elastisitasnya, sehingga mengurangi daya cengkeram dan kenyamanan berkendara.

Idealnya, pilihlah ban bekas yang usianya belum terlalu lama, maksimal sekitar 3-4 tahun sejak tanggal produksinya.

Selain kondisi fisik dan usia, perhatikan juga ukuran dan spesifikasi ban. Pastikan ukuran ban bekas yang akan Anda beli sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil Anda.

Informasi mengenai ukuran ban yang tepat biasanya tertera pada buku manual pemilik kendaraan atau pada stiker di pilar pintu pengemudi.

Menggunakan ukuran ban yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kinerja handling, pengereman, dan bahkan keamanan berkendara.

Perhatikan juga indeks beban (load index) dan rating kecepatan (speed rating) pada ban, pastikan nilainya sama atau lebih tinggi dari rekomendasi pabrikan.

Terakhir, jika memungkinkan, tanyakan riwayat penggunaan ban kepada penjual. Meskipun informasi ini mungkin tidak selalu akurat, namun bisa memberikan gambaran mengenai bagaimana ban tersebut digunakan sebelumnya.

Ban yang sering digunakan untuk beban berat atau pada kondisi jalan yang buruk cenderung memiliki usia pakai yang lebih pendek.

Dengan melakukan pemeriksaan yang teliti dan mempertimbangkan tips dari Kebojero otomotif, Anda dapat meminimalisir risiko mendapatkan ban mobil bekas yang bermasalah dan memastikan keselamatan serta kenyamanan berkendara Anda