Kasus Kematian 2 Bocah di Pantai Sigandu: Ini Alasan Polisi Belum Tetapkan Ibu Sebagai Tersangka

Polisi selidiki tragedi maut di Pantai Sigandu Batang
Sumber :
  • Tiktok @info_cegatan_cilacap

Viva, Banyumas - Kasus kematian dua bocah di Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Kepolisian Resor Batang menegaskan belum menetapkan ibu dari kedua korban sebagai tersangka, meski telah dilakukan pemeriksaan awal. Penundaan ini dilakukan demi memastikan semua proses penyidikan berjalan hati-hati dan profesional.

Kedua korban, Hafiza Latifatuz Zahra (6) dan Hana Hasinah (3), ditemukan meninggal dunia pada Rabu (30/7/2025) setelah terseret ombak di kawasan wisata Pantai Sigandu. Berdasarkan penyelidikan awal, dugaan mengarah pada tindakan bunuh diri massal yang melibatkan sang ibu, Margiantinigsih.

Namun, kepolisian belum dapat mengambil kesimpulan final sebelum hasil autopsi dan asesmen psikologis keluar. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Batang, AKP Imam Muhtadi, menyampaikan bahwa penyidik akan melakukan asesmen psikologis mendalam terhadap ibu korban.

Langkah ini diambil untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku sebelum dan saat kejadian berlangsung. Menurutnya, kasus ini bersifat sangat sensitif sehingga butuh pembuktian yang lengkap.

Dari keterangan awal, pelaku mengaku tidak mengingat detail peristiwa setelah melepas anak-anaknya di laut. Saat ditemukan oleh warga, kondisinya tampak linglung dan tidak mampu memberikan penjelasan yang runtut. Hal inilah yang membuat penyidik berhati-hati sebelum memutuskan status hukumnya.

Dilansir dari tvonenews, Proses autopsi yang dilakukan oleh Tim Dokter Forensik Polda Jawa Tengah juga menjadi faktor penting dalam pengungkapan kasus. Hasil autopsi diharapkan mampu memastikan penyebab pasti kematian kedua balita dan menguatkan pembuktian hukum.

Selain itu, kepolisian juga tengah mengumpulkan bukti pendukung lainnya untuk memperkuat konstruksi perkara. Sementara itu, informasi yang beredar menyebutkan bahwa tragedi ini bermula saat sang ibu mengajak kedua anaknya bermain di bibir pantai.