Timnas Indonesia Gagal, Herdman Tak Kabur dari Masalah: Evaluasi Jalan, Trofi Jadi Target Berikutnya

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
Sumber :
  • Kitagaruda.id

VIVA Banyumas – Timnas Indonesia bersama John Herdman menjadikan kegagalan di ASEAN Championship 2026 sebagai evaluasi sebelum menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026, dengan Skuad Garuda berharap mendapat tambahan kekuatan dari Jay Idzes.

img_title Nasib John Herdman di Timnas Indonesia Dipertanyakan Usai Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Ini Kata PSSI

Kegagalan Timnas Indonesia menembus semifinal ASEAN Championship 2026 tidak ingin dijadikan John Herdman sebagai alasan untuk terus terpuruk. Pelatih asal Inggris tersebut memilih menjadikan hasil itu sebagai bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk menatap kompetisi berikutnya.

Langkah Indonesia di ASEAN Championship 2026 terhenti setelah hanya bermain imbang 1-1 menghadapi Singapura pada pertandingan terakhir Grup A. Hasil tersebut membuat skuad Garuda mengakhiri fase grup di posisi ketiga.

img_title Erick Thohir Bawa Kabar Gembira, Timnas Indonesia Berpeluang Diperkuat Pemain Terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026

Sementara itu, Vietnam dan Singapura menjadi dua tim dari Grup A yang memastikan tiket ke semifinal.

Bagi Herdman, hasil tersebut tentu mengecewakan. Namun, ia menilai turnamen pertamanya bersama Timnas Indonesia memberikan pengalaman penting bagi pemain maupun staf kepelatihan.

img_title Kevin Diks Dapat Peran Baru di Gladbach, Bek Timnas Indonesia Kini Ikut Pegang Kendali di Ruang Ganti

Alih-alih meratapi kegagalan, mantan pelatih Timnas Kanada itu langsung mengarahkan perhatian kepada agenda berikutnya. Ia berharap pengalaman menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi dapat membantu Indonesia tampil lebih matang.

“Memang mengecewakan karena kami belum mendapatkan trofi pertama. Namun, FIFA ASEAN pada September-Oktober nanti akan menjadi kesempatan besar untuk bangkit dan membawa pelajaran dari turnamen ini,” kata Herdman.

Herdman melihat Timnas Indonesia sebenarnya menunjukkan perkembangan selama turnamen. Permainan dengan tekanan tinggi, penguasaan bola, hingga keberanian bermain agresif menjadi beberapa aspek yang dinilainya mulai membentuk identitas skuad Garuda.

Namun, performa tersebut belum sepenuhnya diikuti efektivitas di depan gawang.

Dalam pertandingan melawan Singapura, Indonesia dinilai memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol tambahan. Sayangnya, kesalahan-kesalahan kecil kembali membuat tim gagal mengamankan kemenangan yang dibutuhkan untuk lolos ke semifinal.

Menurut Herdman, situasi seperti itu merupakan bagian dari proses membangun tim. Para pemain harus belajar mengontrol emosi, tetap fokus dalam situasi sulit, serta meminimalkan kesalahan yang dapat mengubah jalannya pertandingan.

Ia juga menilai para pemain telah menunjukkan komitmen sepanjang pertandingan. Karena itu, kegagalan di fase grup tidak serta-merta menghapus sejumlah perkembangan positif yang sudah terlihat.

Halaman Selanjutnya
img_title