Erick Thohir Blak-blakan! FIFA Series 2026 Jadi Ujian Mental Timnas Indonesia, Siap Naik Ranking atau Jalan di Tempat?
- Kemenpora
VIVA Banyumas – Timnas Indonesia di bawah arahan Erick Thohir memanfaatkan FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menghadapi lawan internasional demi mendongkrak ranking FIFA.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan perhatian serius terhadap gelaran FIFA Series 2026 sebagai momentum penting bagi perkembangan Timnas Indonesia.
Ajang ini tidak dipandang sekadar pertandingan uji coba biasa, melainkan sebagai kesempatan strategis untuk meningkatkan posisi skuad Garuda di ranking dunia FIFA.
Menurut Erick, keikutsertaan Timnas Indonesia dalam turnamen resmi tersebut membawa dampak jangka panjang bagi kemajuan sepak bola nasional.
Hal ini karena seluruh pertandingan dalam FIFA Series berstatus internasional dan diakui oleh FIFA, sehingga setiap hasil laga memiliki konsekuensi langsung terhadap perolehan poin di ranking dunia.
Ia menilai FIFA Series 2026 menjadi momen yang sangat krusial. Saat ini, Timnas Indonesia masih berada di peringkat ke-121 dunia dan membutuhkan tambahan poin signifikan untuk memperbaiki posisi.
Dengan status turnamen sebagai FIFA Grade A, setiap pertandingan memiliki bobot tinggi dalam sistem perhitungan ranking FIFA.
“FIFA Series ini memberi tantangan yang benar-benar berbeda bagi Timnas Indonesia. Kita menghadapi tim dari kawasan Karibia dan Eropa dengan karakter permainan yang berbeda," ujar Erick dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip dari tvOneNews, Kamis (26/3/2026).
"Ini kesempatan besar bagi pemain dan juga publik untuk melihat standar sepak bola dunia,” tambahnya.
Turnamen FIFA Series 2026 dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27-30 Maret.
Bermain sebagai tuan rumah menjadi keuntungan tersendiri bagi Timnas Indonesia, terutama karena dukungan penuh dari suporter di stadion dapat meningkatkan motivasi para pemain.
Selain itu, faktor kandang juga memberikan fleksibilitas dalam persiapan tim. Kondisi ini dinilai sangat membantu dalam menghadapi lawan-lawan dengan karakter permainan yang berbeda, termasuk tim dari kawasan Karibia dan Eropa yang memiliki gaya bermain khas.
Erick menegaskan bahwa menghadapi tim dari berbagai wilayah menjadi pengalaman penting bagi Timnas Indonesia.
Perbedaan gaya permainan akan memperkaya wawasan serta meningkatkan kualitas skuad Garuda dalam menghadapi kompetisi internasional.
Dalam jadwal yang telah ditetapkan, Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada laga pembuka, Jumat (27/3).