Pandit Malaysia Sebut John Herdman Lebih Beruntung Tangani Timnas Indonesia Dibanding Patrick Kluivert
- tvonenews.com - Ilham Giovani
VIVA Banyumas – Pandit sepak bola asal Malaysia, Faiz Gurun, menilai posisi John Herdman di kursi pelatih Timnas Indonesia berada dalam situasi yang jauh lebih menguntungkan dibanding pendahulunya, Patrick Kluivert. Penilaian ini muncul setelah John Herdman resmi ditunjuk sebagai nakhoda baru skuad Garuda.
Penunjukan John Herdman tidak hanya menjadi sorotan publik sepak bola nasional, tetapi juga menarik perhatian pengamat dari negara tetangga, Malaysia.
Faiz Gurun menilai bahwa kondisi yang dihadapi John Herdman saat ini memberi ruang kerja yang lebih stabil dan terencana.
Menurut Faiz, perbandingan paling mencolok terlihat dari pengalaman Patrick Kluivert yang hanya bertahan dalam waktu singkat.
Kluivert bahkan belum genap satu tahun menangani Timnas Indonesia sebelum akhirnya harus angkat kaki akibat kegagalan di babak kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Beruntungnya John Herdman ini dia akan melatih dalam jangka waktu yang lama ataupun lebih lama dibanding Patrick Kluivert karena tidak ada sesuatu yang mendesak setelah ini, tidak ada kompetisi yang mendesak, melainkan untuk ke Saudi 2027 kalau beliau masih ada di situ,” ujar pandit Malaysia, Faiz Gurun, dilansir dari tvOneNews, Minggu (18/1/2026).
Situasi tersebut membuat masa kerja John Herdman dinilai relatif lebih aman. Dalam dua tahun ke depan, Timnas Indonesia tidak dibebani agenda besar seperti kualifikasi Piala Dunia, sehingga proses pembentukan tim dapat dilakukan secara bertahap dan terukur.
Bahkan, John Herdman disebut telah mendapatkan jaminan penuh untuk menyelesaikan kontraknya tanpa ancaman pemecatan sepihak.
Kondisi ini menjadi modal penting agar ia dapat bekerja dengan fokus dan konsisten, tanpa tekanan berlebihan dari hasil jangka pendek.
Dengan stabilitas tersebut, John Herdman kini dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk membawa Timnas Indonesia tampil kompetitif di ajang Piala AFF 2026 serta Piala Asia 2027, dua turnamen utama yang menjadi tolok ukur keberhasilan era kepelatihannya bersama skuad Garuda.