4 Catatan Komisi X DPR RI Terakit Pelatih Timnas Indonesia John Herdman: "proses seleksi pemain harus adil"
- PSSI
VIVA Banyumas – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia oleh PSSI merupakan keputusan strategis yang mencerminkan keseriusan dalam membangun wajah baru sepak bola nasional.
Langkah ini dipandang sebagai upaya menghadirkan sistem yang lebih profesional, terukur, dan berorientasi jangka panjang.
Menurut Hetifah, rekam jejak internasional John Herdman menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia.
Pengalamannya mengantarkan tim nasional putra dan putri Kanada tampil di Piala Dunia dinilai menunjukkan kapasitas kepelatihan yang komprehensif, tidak hanya mengejar hasil instan tetapi juga membangun fondasi pembinaan yang berkelanjutan.
“Dengan rekam jejak internasional yang kuat, termasuk keberhasilan membawa tim nasional putra dan putri Kanada ke Piala Dunia, John Herdman diharapkan tidak hanya menghadirkan peningkatan prestasi jangka pendek, tetapi juga meletakkan fondasi pembinaan sepak bola nasional yang kokoh dan sistemik”, ungkapnya, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat (9/1/2026).
Ia berharap kepemimpinan Herdman mampu membawa perubahan nyata pada kualitas permainan Timnas, mulai dari disiplin taktik, konsistensi performa, hingga penguatan mental bertanding pemain di berbagai level kompetisi.
Namun, Hetifah menegaskan bahwa peningkatan tersebut harus ditopang oleh program pembinaan jangka panjang yang dirancang secara konsisten dan terencana.
Komisi X DPR RI juga menyampaikan sejumlah catatan penting yang diharapkan menjadi perhatian pelatih anyar Timnas Indonesia.
Pertama, regenerasi pemain dan pembinaan talenta muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama.
John Herdman diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pemain muda Tanah Air sekaligus membangun kesinambungan tim, bukan hanya mengandalkan pemain yang sudah matang.
Kedua, proses seleksi pemain harus dilakukan secara objektif dan adil, baik bagi pemain lokal maupun diaspora yang berkarier di luar negeri.
Seluruh keputusan teknis perlu didasarkan pada parameter yang jelas dan transparan.
Ketiga, Komisi X menekankan pentingnya sinergi antara Timnas, klub-klub lokal, dan sistem kompetisi nasional.
Tanpa hubungan yang sehat di antara ketiganya, target prestasi jangka panjang dinilai akan sulit terwujud.
Keempat, sistem pencarian bakat perlu diperluas secara inklusif hingga ke daerah-daerah.