Gaya Kepelatihan John Herdman di Timnas Indonesia, Sulit Ditebak namun Penuh Risiko?
- X/CanadaSoccerEN
VIVA Banyumas – John Herdman resmi menakhodai Timnas Indonesia, membawa ekspektasi besar sekaligus tantangan baru bagi sepak bola nasional.
Pengalamannya melatih di level internasional menjadi modal penting, namun pendekatan kepelatihan yang ia terapkan berpotensi menjadi pisau bermata dua bagi Skuad Garuda.
Selama berkarier sebagai pelatih, John Herdman dikenal memiliki karakter fleksibel dalam meramu strategi.
Ia bukan sosok yang mengikat tim pada satu pola permainan tertentu.
Sebaliknya, Herdman kerap menyesuaikan pendekatan taktik berdasarkan situasi pertandingan, lawan yang dihadapi, hingga kondisi pemain.
Pengamat sepak bola nasional, Tommy Desky, menilai bahwa filosofi kepelatihan John Herdman memang menjauh dari konsep taktik yang kaku.
"Itu merefleksikan bahwasanya ya John Herdman tidak suka akan yang namanya dogma taktik," kata Tommy Desky dalam kanal YouTube pribadinya, dikutip Selasa (6/1/2026).
"Ia tidak mau terpaku akan satu hal pendekatan permainan," lanjutnya.
Pendekatan tersebut menegaskan bahwa John Herdman bukan tipe pelatih yang mempertahankan satu skema sepanjang laga.
"Ia tidak mau terpaku akan prinsip permainan itu-itu melulu ketika menjadi seorang pelatih," ujar Tommy Desky.
Dalam praktiknya, Herdman bisa mengubah strategi bahkan di tengah pertandingan.
Tak jarang pula ia menerapkan skema berbeda antara satu laga dengan laga lainnya.
Dari sisi positif, fleksibilitas ini membuat Timnas Indonesia berpotensi menjadi tim yang sulit dibaca oleh lawan.
Namun di balik keunggulan tersebut, muncul tantangan besar. Tidak semua tim memiliki kesiapan mental dan teknis untuk cepat beradaptasi dengan perubahan taktik.
Kondisi inilah yang memunculkan kekhawatiran terhadap kesiapan Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan John Herdman.
Jika menilik pengalaman sebelumnya, Timnas Indonesia kerap mengalami penurunan performa saat mencoba pendekatan baru.
Pada era Shin Tae-yong, misalnya, perubahan strategi saat menghadapi China berujung pada hasil negatif.
Hal serupa terjadi ketika Patrick Kluivert mencoba meramu taktik berbeda saat melawan Australia, yang berakhir dengan kekalahan telak bagi Skuad Garuda.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa Timnas Indonesia selama ini lebih optimal ketika bermain dengan pola yang sudah akrab bagi para pemain.