Dari Piala AFC hingga ACL 2, Prestasi Klub Indonesia di Asia Masih Belum Menembus Puncak Ini Alasan Utamanya

Ilustrasi Klub Indonesia berlaga di kompetisi Asia level ACL 2
Sumber :
  • pexel @pixabay

Sejak Piala AFC hingga ACL 2, klub Indonesia belum mampu menembus puncak Asia. Kendala teknis dan non-teknis membuat prestasi masih tertahan di level menengah

img_title Puncak Nataru Terlewati, KAI Daop 5 Purwokerto Masih Sediakan Ribuan Tiket hingga 4 Januari 2026

Viva, Banyumas - Perjalanan klub Indonesia di kompetisi Asia masih menghadapi tantangan besar hingga musim 2024/2025. Sejak terakhir kali wakil Indonesia mencicipi partai puncak pada 2009, belum ada klub Tanah Air yang mampu kembali menembus final utama, apalagi meraih gelar juara.

Dari era Piala AFC hingga format terbaru AFC Champions League Two (ACL 2), prestasi klub Indonesia masih berada di level menengah Asia.

img_title Persib vs Ratchaburi di ACL 2, Adu Nilai Pasar Skuad Jelang Duel 16 Besar ACL 2 2025 2026

Dilansir dari Viva,Berbagai klub besar seperti Persipura Jayapura, Persija Jakarta, Sriwijaya FC, Arema FC, PSM Makassar, Bali United, hingga Persib Bandung silih berganti tampil di kompetisi antarklub Asia.

Namun, sebagian besar perjalanan mereka terhenti di fase grup atau babak 16 besar. Data ini menunjukkan bahwa jarak kualitas antara klub Indonesia dan klub elite Asia Timur serta Timur Tengah masih cukup lebar.

img_title Tarif Listrik Januari hingga Maret 2026 Dipastikan Tak Naik, Ini Alasan Pemerintah

Capaian terbaik klub Indonesia dalam satu dekade terakhir tercatat saat Persipura Jayapura menembus semifinal Piala AFC 2014.

Selain itu, Persija Jakarta dan PSM Makassar sempat mencapai semifinal zona ASEAN Piala AFC, sementara Semen Padang dan Persipura melaju hingga perempat final.

Meski patut diapresiasi, hasil tersebut belum cukup untuk membawa Indonesia ke level persaingan tertinggi Asia.

Faktor non-teknis turut memengaruhi stagnasi prestasi tersebut. Sanksi FIFA pada 2016–2017 membuat klub Indonesia absen dari kompetisi Asia selama dua musim. Situasi diperparah oleh pandemi COVID-19 yang menghentikan kompetisi pada 2020 dan membuat Indonesia batal berpartisipasi di level Asia pada 2021.

Kondisi ini berdampak langsung pada peringkat koefisien dan kontinuitas pengalaman klub di kancah internasional.

Memasuki era baru melalui ACL 2, Indonesia kembali menaruh harapan. Pada musim 2024/2025, Persib Bandung tampil di fase grup ACL 2, sementara Madura United mampu menembus semifinal AFC Challenge League zona Timur.

Capaian ini memberi sinyal positif bahwa klub Indonesia mulai beradaptasi dengan format dan intensitas baru kompetisi Asia. Meski demikian, para pengamat sepak bola menilai bahwa peningkatan prestasi tidak bisa bergantung pada satu atau dua musim. Konsistensi liga domestik, profesionalisme manajemen klub, kualitas pemain, serta pembinaan usia muda menjadi fondasi utama jika klub Indonesia ingin bersaing secara berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
img_title