Sindiran Thom Haye untuk Pihak yang Sok Paling Paham Timnas Indonesia: Komentar Tak Berdasar Buat Suasana Ricuh!
- Instagram @thomhaye
VIVA Banyumas – Kritik Thom Haye terhadap komentar soal Timnas Indonesia muncul setelah kegagalan kualifikasi, ketika komentar negatif dari berbagai pihak dinilai justru menambah kekacauan.
Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, akhirnya angkat suara setelah munculnya gelombang kritik, komentar miring, dan analisis tak berdasar yang menghampiri skuad Garuda usai gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Suasana panas di ruang publik ini membuatnya merasa perlu memberikan penjelasan terbuka, terutama karena banyak suara tiba-tiba bermunculan tanpa dasar yang jelas.
Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke putaran berikutnya memang menjadi momen berat bagi pemain maupun pendukung Tanah Air.
Kekalahan 0-1 dari Irak pada laga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, 12 Oktober lalu, membuat Indonesia menutup fase grup sebagai juru kunci Grup B tanpa satu pun poin.
Dalam kondisi tersebut, seharusnya publik dapat menjaga ruang diskusi tetap sehat dan mendukung pemulihan mental para pemain.
Namun realitasnya, komentar negatif justru membludak dan menurut Thom Haye, banyak di antaranya tidak memberikan kontribusi positif.
Melalui kanal YouTube The Haye Way, gelandang Persib Bandung itu mengungkap kekesalannya terhadap pihak-pihak yang tiba-tiba merasa paling memahami Timnas Indonesia, padahal sebelumnya tidak pernah terlibat ataupun menunjukkan kepedulian yang berarti.
"Ada satu hal yang membuat saya jengkel, itu benar-benar aneh, seperti setelah kalah di pertandingan kedua, saya pikir itu normal, semua orang sedih, dan saya mengerti pendapat yang sangat baik," ujarnya dikutip dari tvOneNews menurut kanal YouTube The Haye Way, Selasa (25/11/2025).
Komentar miring yang datang bertubi-tubi, menurut Haye, bukan hanya berasal dari para penggemar fanatik, tetapi juga dari orang-orang yang tidak memiliki pemahaman maupun pengalaman soal sepak bola.
"Tapi bagi saya, sangat aneh melihat banyak orang berbicara, saya untuk hampir dua tahun, saya tidak melihat banyak orang berbicara, dan kemudian entah dari mana, kamu melihat banyak orang berbicara negatif, atau juga banyak orang yang tidak terlibat hal apa pun tentang sepak bola. Dan kemudian entah mana munculnya, orang-orang itu merasa jadi paling tahu yang terbaik." lanjutnya.