Rafael Struick Tegaskan Gagal Lolos Piala Dunia 2026 Bukan Aib, Ini Pandangannya Soal Timnas Indonesia

Rafael Struick
Sumber :
  • IG/rafaelstruick

VIVA BanyumasRafael Struick menegaskan bahwa Timnas Indonesia dan Skuad Garuda meski gagal lolos Piala Dunia 2026 dalam Kualifikasi Piala Dunia, tetap merupakan Timnas Indonesia gagal lolos Piala Dunia 2026 yang bersejarah.

img_title Elkan Baggott Blak-blakan: Timnas Indonesia Sudah Beda, Setengah Tim Baru, Duel Posisi Makin Panas

Hal ini disampaikannya setelah Timnas Indonesia tersingkir dari Kualifikasi Piala Dunia 2026, usai mengalami kekalahan dari Arab Saudi dan Irak.

Rafael Struick menyadari kekecewaan suporter yang meluapkan kemarahan mereka di media sosial.

img_title Skuad Garuda Mulai Lengkap! Pemain Abroad Berdatangan, Timnas Indonesia Siap Debut Era Herdman

Bahkan, kontroversi ini berujung pada pemecatan pelatih Patrick Kluivert oleh PSSI karena gagal membawa Timnas Indonesia lolos.

"(Hujatan) itu bahkan ada sampai sekarang, karena mereka kalah dan gagal ke Piala Dunia, mereka (suporter Timnas Indonesia) menggila di media sosial," ungkap Rafael Struick, dikutip dari tvOneNews menurut kanal YouTube Sport77, Selasa (25/11/2025).

Meskipun target lolos menjadi fokus utama, Rafael menekankan bahwa kegagalan bukanlah aib. Baginya, pencapaian Timnas Indonesia hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia merupakan prestasi tersendiri.

"Tentu saja tujuannya adalah untuk lolos, itu realistis, tapi itu bukan aib jika gagal untuk mendapatkan target itu," jelas Rafael.

Menurut Rafael, kesuksesan untuk lolos ke Piala Dunia membutuhkan perencanaan jangka panjang, bahkan bisa memakan waktu puluhan tahun.

"Untuk lolos, itu seperti rencana 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, tapi suporter Timnas Indonesia tidak memiliki kesabaran," tambahnya.

Meskipun kecewa, Rafael menganggap perjalanan Timnas Indonesia hingga tahap ini adalah sejarah baru bagi sepak bola nasional, karena Skuad Garuda sebelumnya belum pernah mencapai posisi tersebut.

"Menurut saya itu bagus, karena kita tidak pernah mencapai titik ini," kata Rafael.

Rafael juga menyoroti pergantian pelatih dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert yang terjadi di tengah proses Kualifikasi Piala Dunia 2026. Menurutnya, kritik terhadap pergantian pelatih seharusnya tidak terlalu dibesar-besarkan.

"Tentu ketika seseorang gagal, kami bisa selalu mengatakan ini dan itu, tapi bayangkan jika kita lolos, 'keputusan bagus kita mengganti pelatih', jadi itu adalah hal kecil bagi saya," pungkas Rafael.

img_title Dicoret dari Timnas Indonesia, Klok Tetap Adem: Baggott Dipuji, Herdman Bikin Kejutan di FIFA Series 2026