PSSI Belum Umumkan Pelatih Timnas Indonesia, Bung Harpa Singgung Pola Seleksi ala Shin Tae-yong dan Kluivert

PSSI
Sumber :
  • Dok. PSSI

VIVA Banyumas – Bung Harpa menilai proses pemilihan pelatih Timnas Indonesia masih berlarut karena PSSI kembali menerapkan seleksi pelatih seperti saat memilih Shin Tae-yong.

img_title Timnas Indonesia Punya Calon Mesin Gol Baru, Adik Pemain Liga Italia Ini Sedang Menggila

Nama-nama pelatih berkelas dunia terus bermunculan dan menjadi bahan diskusi hangat, mulai dari sosok yang sudah dikenal seperti Shin Tae-yong hingga kandidat terbaru Timur Kapadze.

Namun, hingga kini belum ada informasi pasti yang disampaikan federasi.

img_title Resmi! Timnas Indonesia Hadapi Oman dan Mozambik di FIFA Matchday, Ini Jadwal Lengkapnya

Situasi yang berlarut-larut ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai proses pemilihan pelatih baru.

Salah satu pengamat sepak bola Indonesia, Bung Harpa, mencoba memetakan apa yang kemungkinan sedang terjadi di balik layar PSSI.

img_title Erick Thohir Lepas Tangan Soal Timnas Indonesia U-19 di AFF 2026, Semua Diserahkan ke Pelatih Nova Arianto

Menurut Bung Harpa, PSSI memiliki rekam jejak menggunakan metode berbeda dalam proses pemilihan pelatih nasional.

Ia membandingkan dua proses terdahulu yang melibatkan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.

"Kita enggak tahu nih, apakah masih sama dengan cara pemilihan pelatih Kluivert atau akan kembali ketika memilih Shin Tae-yong di tahun 2019, itu dua hal berbeda," ujar Bung Harpa dikutip dari tvOneNews pada Senin (24/11/2025).

Pada 2019, ketika Shin Tae-yong ditunjuk, PSSI menerapkan mekanisme kolektif kolegial yang membutuhkan kajian dan proses panjang sebelum keputusan final diambil.

"Kalau pemilihan 2019, itu kolektif kolegial," jelas Bung Harpa.

Proses yang memerlukan waktu panjang tersebut membuat keputusan saat itu tidak bisa diambil secara instan.

Hal serupa, menurut Bung Harpa, dapat kembali terjadi pada seleksi pelatih tahun ini.

"Kemungkinan sekarang akan kembali ke kolektif kolegial lagi, mungkin," ujarnya.

"Makanya lama, disaring dulu lima," lanjutnya.

Jika prosedur kolektif kolegial benar diterapkan kembali, maka semakin jelas alasan mengapa PSSI belum dapat mengumumkan siapa Pelatih Timnas Indonesia berikutnya.

Menurut Bung Harpa, proses teknis yang melibatkan berbagai unsur menjadi faktor yang membuat keputusan tak bisa buru-buru.

"Kalau memang seperti itu, maka nanti Dirtek bekerja sama dengan BTN, Dirtek sangat teknis kan dia akan ngasih tahu begini, begini, BTN ya nanti mungkin diserahkan ke Exco, baru nanti Exco akan memutuskan secara sidang atau rapat atau apalah," ujarnya.

Dengan melibatkan Direktur Teknik, Badan Tim Nasional (BTN), hingga Exco PSSI, keputusan benar-benar harus melalui beberapa tahapan evaluasi sebelum nama resmi dirilis.

Halaman Selanjutnya
img_title