PSSI Jelaskan Alasan Penundaan Pelatih Baru Timnas Indonesia, Pengumuman Berpotensi Terbit Minggu Depan
- Instagram @yunusnusi.id
VIVA Banyumas – PSSI melalui Yunus Nusi menegaskan pengumuman pelatih baru Timnas Indonesia akan segera disampaikan oleh Erick Thohir.
Setelah lebih dari sebulan berlalu sejak federasi resmi berpisah dengan Patrick Kluivert, publik masih menantikan sosok yang akan memimpin skuad Garuda.
Situasi ini menjadi perhatian besar karena pergantian pelatih menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan agenda Timnas ke depan.
Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa penentuan pelatih kepala tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
Federasi sedang memastikan seluruh tahapan yang dibutuhkan berjalan dengan matang agar keputusan yang diambil benar-benar tepat untuk perkembangan Timnas Indonesia.
Keputusan untuk melepas Kluivert sebelumnya dipicu oleh kegagalan Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026.
Dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak pada babak keempat kualifikasi membuat masa jabatannya berakhir lebih cepat.
Sejak itu, kursi pelatih kepala dibiarkan kosong dan membuat suporter harus bersabar menunggu kabar baru.
Dalam periode tanpa pelatih ini, publik juga tidak dapat menyaksikan aksi beberapa pemain senior, termasuk Jay Idzes, pada agenda FIFA Matchday November.
PSSI memilih memfokuskan laga uji coba untuk Timnas U-22 sehingga perhatian para penggemar tertuju penuh pada proses pemilihan pelatih tim utama.
Harapan suporter mulai kembali tumbuh setelah Yunus Nusi memberikan penjelasan usai menghadiri Kongres Biasa PSSI Asprov Jawa Timur 2025 di Surabaya.
Ia menyebut bahwa federasi kini tengah melakukan seleksi terhadap sejumlah kandidat pelatih.
Bahkan, ia mengisyaratkan bahwa pengumuman pelatih baru berpotensi dilakukan secepat minggu depan, selama seluruh proses berjalan lancar.
“Masih dalam tahap seleksi oleh tim. Akan segera diumumkan secepat mungkin,” jelas Yunus dikutip dari tvOneNews, Kamis (20/11/2025).
“Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa. Untuk daftar nama masih dinamis, jadi belum bisa disebutkan,” lanjutnya.
Yunus menegaskan bahwa dinamika proses ini membuat PSSI belum bisa membuka nama atau jumlah kandidat yang tengah dipertimbangkan.
Ia juga menjelaskan bahwa federasi memprioritaskan kesesuaian visi dan kesiapan kerja sama sebelum menetapkan pilihan akhir.
Menurut Yunus, proses seleksi memerlukan waktu lebih lama karena PSSI harus membangun komunikasi intensif dengan para calon pelatih.