Erick Thohir Jelaskan Penyebab PSSI Sulit Mendapatkan Pelatih Baru untuk Timnas Indonesia

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir bicara soal Timnas Indonesia
Sumber :
  • tvOnenews.com/Maulana Yusuf

VIVA BanyumasErick Thohir menekankan PSSI harus hati-hati membangun kepercayaan internasional sebelum menunjuk pelatih baru Timnas Indonesia, menghadapi tantangan PSSI mendapatkan pelatih Timnas Indonesia.

img_title Timnas Indonesia Punya Calon Mesin Gol Baru, Adik Pemain Liga Italia Ini Sedang Menggila

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa pencarian ini tidak bisa dilakukan tergesa-gesa.

Menurutnya, situasi sepak bola nasional yang kompleks menuntut federasi untuk berhati-hati sebelum mengambil keputusan strategis.

img_title Resmi! Timnas Indonesia Hadapi Oman dan Mozambik di FIFA Matchday, Ini Jadwal Lengkapnya

“Yang pasti, tidak mudah dan tidak bisa buru-buru mencari pelatih karena kondisi ini. Saya harus sosialisasi ke sepak bola internasional tentang apa yang sebenarnya terjadi," tegas Erick Thohir pada Oktober lalu, dikutip dari laman resmi PSSI, Rabu (19/11/2025).

Prioritas utama PSSI saat ini adalah memulihkan kepercayaan dunia sepak bola terhadap Indonesia.

img_title Erick Thohir Lepas Tangan Soal Timnas Indonesia U-19 di AFF 2026, Semua Diserahkan ke Pelatih Nova Arianto

Erick menjelaskan bahwa dua insiden signifikan dalam beberapa waktu terakhir telah memengaruhi reputasi sepak bola nasional, sehingga proses pemilihan pelatih harus dilakukan dengan penuh pertimbangan.

“Dan berusaha meraih kembali kepercayaan komunitas sepak bola dunia terhadap kita,” tambah Erick.

Insiden pertama terkait dengan berakhirnya kerja sama PSSI dengan Patrick Kluivert beserta tim pelatihnya lebih cepat dari rencana.

Keputusan tersebut memicu kritik luas di media sosial, terutama setelah kegagalan Timnas Indonesia di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Insiden kedua muncul akibat maraknya pemberitaan hoaks mengenai keluarnya Jepang, Korea, dan Irak dari AFC.

Meskipun informasi tersebut tidak benar, penyebarannya menjadi sorotan serius pejabat AFC. Yunus Nusi, Sekjen PSSI, menjelaskan bahwa delegasi Indonesia yang hadir di AFC Awards di Riyadh, Arab Saudi, banyak ditanyai soal kevalidan berita tersebut.

“Teman-teman media ingat, AFC media sangat memantau pemberitaan di tanah air. Kami di Riyadh dicecar oleh anggota AFC dan media mereka soal kevalidan berita itu," jelas Yunus.

“Mereka heran dan mempertanyakan sumbernya, karena dinilai media di Indonesia menyebarkan berita tidak benar,” tambahnya.

Erick menekankan bahwa reputasi sepak bola tidak hanya ditentukan oleh prestasi di lapangan, tetapi juga oleh integritas dan komunikasi yang bertanggung jawab di luar lapangan.

“Ini pelajaran buat kita semua. Kita harus hati-hati. Kepercayaan internasional tidak datang begitu saja. Harus dijaga dan dibangun," tegas Erick.

Halaman Selanjutnya
img_title