Juventus Pecat Igor Tudor, Dua Nama Top Jadi Kandidat Pengganti

Igor Tudor dipecat Juventus. Dua nama difavoritkan
Sumber :
  • Instagram @juventusfc

Juventus resmi memecat Igor Tudor usai rentetan hasil buruk. Klub kini dikaitkan dengan dua kandidat top, Luciano Spalletti salah satunya.

img_title Pandit Malaysia Sebut John Herdman Lebih Beruntung Tangani Timnas Indonesia Dibanding Patrick Kluivert

Viva, Banyumas- Juventus membuat keputusan berani dengan memecat pelatih Igor Tudor.

Pemecatan tersebut dilakukan tidak lama setelah Juventus kalah dari Lazio.

img_title Hamka Hamzah Bicara Era John Herdman di Timnas Indonesia dan Tantangan Berat yang Menanti

Sebelumnya Juventus tiga kali kalah beruntun. Bahkan belum pernah menang sembilan laga berturut-turut.

Usai pemecatan Igor Tudor, kini dua nama diisukan bakal menangani Juventus.

img_title John Herdman Siapkan Strategi Jitu Rekrut Pemain Keturunan untuk Timnas Indonesia

Luciano Spalletti paling difavoritkan

Igor Tudor  yang ditunjuk pada Maret 2025 untuk menggantikan Thiago Motta, hanya mampu meraih hasil buruk dengan 14 kekalahan dari 24 pertandingan yang ia pimpin. 

Dilansir dari Football Italia, situasi ini membuat manajemen klub mengambil keputusan tegas untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat.

Sebagai langkah sementara, Juventus menunjuk Massimiliano Brambilla dari tim NextGen untuk memimpin laga berikutnya melawan Udinese.

Keputusan ini diambil agar tim tetap memiliki stabilitas jelang penunjukan pelatih baru secara permanen.

Saat ini, dua nama mencuat sebagai kandidat utama pengganti Tudor.

Luciano Spalletti, mantan pelatih tim nasional Italia, menjadi salah satu yang difavoritkan. 

Eks pelatih Napoli dan AS Roma disebut mulai terbuka untuk kembali ke dunia klub.

Sebelumnya Spalletti meninggalkan jabatan pelatih timnas pada pertengahan tahun ini.

Selain Spalletti, Raffaele Palladino juga menjadi kandidat kuat.

Mantan pelatih Fiorentina itu meninggalkan klub atas kesepakatan bersama di akhir musim 2024–2025 dan kini dikaitkan dengan proyek baru di Turin.

Pemecatan Tudor mencerminkan tekanan besar yang dihadapi Juventus untuk segera bangkit di laga-laga berikutnya.