Inter Tundukkan Roma 1-0, Bonny dan Sommer Antar Nerazzurri di Puncak Klasemen Serie A
- RRI
VIVA, Banyumas – Sebuah gol cepat dari bintang muda dan aksi heroik sang kiper veteran menjadi kunci sukses Inter Milan dalam duel sengit di ibu kota!
Nerazzurri berhasil membungkam perlawanan AS Roma dengan skor tipis 1-0 di Stadion Olimpico pada pertandingan pekan ketujuh Liga Italia, Minggu dini hari WIB.
Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor empat kemenangan beruntun Inter, tetapi juga mengantar mereka melesat ke puncak klasemen sementara, menggusur Napoli yang di saat bersamaan tumbang di tangan Torino.
Bagaimana Inter menaklukkan Giallorossi yang tampil dominan di babak kedua?
Inter Milan kembali menegaskan status mereka sebagai penantang serius Scudetto setelah meraih kemenangan krusial 1-0 di markas AS Roma.
Hasil di pekan ketujuh Serie A ini membawa tim asuhan Cristian Chivu merebut puncak klasemen sementara dari Napoli.
Gol penentu kemenangan Inter tercipta sangat cepat pada menit ke-6 melalui striker muda asal Prancis, Ange-Yoan Bonny. Bonny, yang sedang dalam performa menanjak, berhasil lolos dari jebakan offside setelah menerima umpan terobosan akurat.
Berhadapan satu lawan satu dengan kiper Roma, Mile Svilar, Bonny dengan dingin menuntaskan peluang tersebut untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Gol ini melanjutkan penampilan apik Bonny yang sebelumnya mengukir hattrick assist dan satu gol saat Inter melibas Cremonese 4-1.
Memasuki babak kedua, pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, merespons dengan cepat. Pergantian pemain pada menit ke-55 dengan memasukkan Jan Ziolkowski dan Artem Dovbyk terbukti efektif.
Roma menjadi lebih mengontrol permainan dan menggempur pertahanan Inter secara sporadis, menghasilkan total 12 tembakan.
Namun, harapan Giallorossi untuk menyamakan kedudukan dipatahkan oleh penampilan gemilang kiper Inter, Yann Sommer.
Kiper asal Swiss ini tampil sebagai pahlawan dengan total lima penyelamatan, yang semuanya terjadi di babak kedua.
Penyelamatan paling vital Sommer termasuk menggagalkan dua tendangan berbahaya dari Paulo Dybala dan sebuah sundulan jarak dekat dari Mario Hermoso, semuanya terjadi dalam tempo beberapa menit.
Di sisi lain, Nerazzurri lebih memilih mengandalkan serangan balik di paruh kedua. Sebuah skema serangan cepat di menit ke-84 nyaris menggandakan keunggulan.