Behel Motor Honda Kini Berbahan Plastik! Apakah Lebih Kuat atau Justru Berisiko?

Behel Motor Honda Beat
Sumber :
  • YouTube/MOTO Z

VIVA, Banyumas – Honda dikenal sebagai salah satu produsen motor terbesar di dunia dengan inovasi yang terus berkembang.

Mobil Suzuki S-Presso: City Car Unik dengan Desain Menarik dan Performa Irit

Namun, belakangan ini banyak yang mempertanyakan keputusan Honda mengganti beberapa bagian motor yang sebelumnya berbahan besi menjadi plastik.

Perubahan ini terlihat pada beberapa komponen penting, termasuk behel belakang dan dudukan lampu utama pada motor-motor terbaru Honda.

Salah satu contoh yang paling mencolok adalah Honda Beat terbaru, di mana behel belakang yang tadinya berbahan besi berlapis karet kini diganti dengan material plastik, lebih tepatnya Glass Fiber Reinforced Polypropylene.

Kenali Mobil Suzuki Ignis, City Car Stylish dengan Fitur Modern

Menurut Honda, bahan ini diklaim lebih kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca. 

"Katanya sih gitu," ujar beberapa pengamat otomotif dilansir dari YouTube MOTO Z.

Harga Suzuki Karimun Terbaru dengan Harga yang Sangat Terjangkau

Namun, pada kenyataannya, sudah ada laporan bahwa beberapa behel ini patah setelah pemakaian dalam waktu tertentu.

Alasan utama perubahan ini adalah efisiensi bobot kendaraan. Dengan mengganti material yang lebih ringan, motor bisa menjadi lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar.

Bobot yang lebih ringan membuat akselerasi lebih responsif dan memperbaiki efisiensi bahan bakar.

"Jadi untuk membuat irit bahan bakar motor, tak hanya melulu teknologi mesin yang diperbarui, mengurangi bobot motor juga bisa membuat konsumsi bahan bakar semakin irit," ujarnya.

Namun, tentu saja, plastik tidak akan pernah sekuat besi. Selain behel belakang, Honda juga mengganti dudukan lampu utama dengan bahan plastik.

Ini menjadi perhatian, mengingat lampu utama memiliki bobot yang cukup berat dan harus kokoh.

Jika dudukan ini patah, lampu bisa bergetar dan menimbulkan masalah keamanan.

Di sisi lain, harga jual motor menjadi faktor utama dalam keputusan ini.

Konsumen Indonesia menginginkan motor dengan fitur canggih dan desain modern, tetapi tetap dengan harga yang terjangkau.

Honda harus menekan biaya produksi agar tetap bisa menawarkan motor dengan harga yang kompetitif.

"AHM mencoba ingin selalu memberikan teknologi dan fitur yang up to date, namun mereka tetap menjaga supaya harga jualnya tidak terlalu tinggi," ungkapnya.

Menariknya, meskipun beberapa bagian material dikurangi, harga suku cadang justru semakin mahal.

Bahkan, beberapa pedagang suku cadang menyarankan menggunakan part non-ori karena harganya lebih murah dan materialnya lebih tebal.

Fenomena ini membuat banyak konsumen lebih memilih motor bekas keluaran sebelum 2019, yang dikenal memiliki material lebih kokoh.

Meskipun begitu, motor Honda keluaran terbaru tetap bisa bertahan lama dengan perawatan yang baik.

Beberapa pemilik motor, seperti pengguna Vario 160, bahkan melakukan pelapisan anti-karat untuk menjaga keawetan rangka motor mereka.

Kesimpulannya, keputusan Honda menggunakan plastik lebih banyak memang memiliki sisi positif dalam hal efisiensi dan harga jual, tetapi tetap menimbulkan tantangan dalam hal daya tahan dan kualitas material