Era Mobil Listrik Murah di China Terancam, Harga Baterai Terus Menguat
- GAC Aion
VIVA Banyumas – Kenaikan harga mobil listrik China 2026 dipicu tekanan industri baterai dan lonjakan harga baterai lithium yang membuat harga mobil listrik, khususnya mobil listrik China, berpotensi mengalami penyesuaian signifikan.
Kenaikan harga bahan baku utama, khususnya lithium, menjadi indikator kuat bahwa tren penurunan harga kendaraan listrik menghadapi tantangan serius, terutama ketika permintaan global terus tumbuh sejalan dengan percepatan transisi energi.
Sejumlah pemasok material baterai di China telah mengumumkan penyesuaian harga akibat lonjakan biaya produksi yang sulit dihindari, didorong oleh meningkatnya kebutuhan kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi secara bersamaan di berbagai negara.
Hunan Yuneng New Energy, pemasok material katoda lithium iron phosphate untuk produsen besar seperti CATL dan BYD, disadur dari Carnewschina, Rabu 17 Desember 2025, mengonfirmasi adanya kenaikan biaya pemrosesan mulai awal 2026, sekaligus membuka ruang renegosiasi harga apabila kondisi pasar dan bahan baku kembali bergejolak.
Langkah serupa juga ditempuh Dejia Energy yang menaikkan harga jual produk baterainya hingga dua digit pada akhir 2025 sebagai respons langsung terhadap lonjakan harga bahan baku yang belum menunjukkan tanda stabil dalam waktu dekat.
Tekanan paling signifikan terjadi pada lithium hexafluorophosphate yang digunakan sebagai elektrolit baterai, dengan harga melonjak lebih dari dua kali lipat hanya dalam dua bulan, mencerminkan pasokan yang semakin ketat.
Kenaikan tajam juga terjadi pada lithium cobalt oxide sebagai material katoda, yang sejak awal tahun hingga November tercatat meningkat lebih dari 150 persen, sehingga memperbesar beban biaya produksi baterai.
Sementara itu, lithium carbonate sebagai bahan baku utama baterai turut mengalami kenaikan signifikan, dan setiap pergerakannya berdampak langsung pada biaya produksi katoda lithium iron phosphate yang banyak digunakan oleh Mobil Listrik segmen mass market.
Saat ini, baterai lithium iron phosphate menguasai lebih dari 80 persen pasar baterai kendaraan listrik di China, membuat fluktuasi harganya berpengaruh luas terhadap struktur biaya industri otomotif listrik.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah produsen mobil mulai mengamankan pasokan dari pabrikan baterai besar guna menjaga kesinambungan produksi dan mengurangi risiko keterlambatan distribusi.