Mobil Listrik Laris Manis di Penghujung 2025, Kebijakan Pajak Baru Picu Ledakan Penjualan

Pabrik produksi mobil listrik BYD di Changzhou
Sumber :
  • Doc. BYD Motor Indonesia

VIVA Banyumas – Penjualan mobil listrik di pasar otomotif Tiongkok melonjak tajam menjelang perubahan kebijakan pajak dan insentif kendaraan energi baru.

img_title Mobil Listrik BYD Seal 08 dan Sealion 08 Siap Meluncur Awal 2026, Andalkan Teknologi Terbaru Ocean Series

Antusiasme ini tidak datang tanpa alasan, perubahan besar dalam kebijakan pajak kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) yang akan berlaku mulai 1 Januari 2026 telah mendorong masyarakat untuk segera melakukan pembelian sebelum insentif dikurangi.

Selama bertahun-tahun, Tiongkok memberikan pembebasan pajak pembelian untuk kendaraan listrik hingga 30.000 yuan atau sekitar Rp70 juta.

img_title Pasar Mobil Listrik Indonesia Melejit, BYD Catat Rekor Penjualan dan Dominasi Pangsa Pasar

Namun, mulai tahun depan, kebijakan tersebut akan disesuaikan. Insentif pajak hanya diberikan sebesar 50 persen dengan nilai potongan maksimal 15.000 yuan (sekitar Rp35 juta).

Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah Tiongkok mulai mengalihkan fokus dari sekadar meningkatkan volume penjualan ke arah penguatan kualitas dan keberlanjutan industri otomotif listrik.

img_title Harga Mobil Listrik Terancam Naik, Biaya Produksi Baterai Melonjak hingga 30 Persen

Pembatasan insentif diharapkan mampu mendorong produsen untuk meningkatkan teknologi, daya tahan baterai, dan efisiensi kendaraan.

Dilansir dari VIVA Otomotif dari Carnewschina, dejak Oktober 2025, mobil hibrida plug-in dan model berteknologi range extender harus memiliki jarak tempuh listrik murni minimal 100 kilometer agar bisa tetap menikmati pembebasan pajak.

Kebijakan ini mempertegas komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi menuju kendaraan yang benar-benar ramah lingkungan.

Bagi konsumen, aturan baru ini menjadi dorongan kuat untuk segera membeli kendaraan sebelum batas akhir penerapan kebijakan lama.

Diler di berbagai kota besar melaporkan peningkatan pemesanan hingga 60 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Untuk menjaga kepercayaan pembeli, sejumlah produsen mobil listrik meluncurkan program “jaminan selisih pajak”.

Skema ini menjamin konsumen yang sudah memesan kendaraan sebelum akhir November 2025 tetap mendapat manfaat penuh dari insentif lama, meskipun pengiriman mobil baru dilakukan pada tahun 2026.

Strategi ini tidak hanya membantu menstabilkan permintaan tetapi juga memperlihatkan komitmen industri otomotif dalam memberikan kepastian harga di tengah transisi kebijakan.

Sejak kebijakan pembebasan pajak pertama kali diberlakukan pada 2014, penjualan mobil listrik di Tiongkok tumbuh pesat.

Kini, kendaraan listrik telah menguasai lebih dari 45 persen pangsa pasar mobil baru, angka tertinggi di dunia.

Namun, dengan berkurangnya insentif, pemerintah tampak siap memasuki fase baru, memperkuat daya saing industri dalam jangka panjang, meningkatkan kualitas produk, dan mengurangi ketergantungan terhadap subsidi.