Penjualan Mobil Nasional Melonjak di Oktober 2025, Merek Listrik Asal Tiongkok Mulai Menjadi Penantang Baru
- VIVA/Krisna Wicaksono
VIVA Banyumas – Tren penjualan mobil Oktober 2025 menunjukkan peningkatan di pasar otomotif Indonesia, di mana Toyota dan Daihatsu masih mendominasi, sementara mobil listrik turut mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional.
Berdasarkan data terbaru, total penjualan mobil domestik mencapai 74.020 unit, meningkat cukup signifikan dibanding bulan sebelumnya yang berada di angka 62.077 unit.
Peningkatan ini memperlihatkan bahwa minat konsumen terhadap kendaraan baru mulai pulih menjelang akhir tahun.
Kenaikan tersebut tak lepas dari strategi pabrikan dan diler yang gencar menawarkan program promosi untuk menarik pembeli.
Periode Oktober hingga Desember memang kerap menjadi momentum penting bagi industri otomotif karena banyak masyarakat memanfaatkan momen akhir tahun untuk mengganti kendaraan lama atau membeli mobil baru.
Dalam data penjualan, Toyota masih menjadi pemimpin pasar dengan total 20.613 unit terjual sepanjang Oktober.
Di posisi kedua, Daihatsu mencatat 11.783 unit dan tetap menjadi favorit konsumen di segmen kendaraan keluarga serta niaga ringan.
Kedua merek ini terbantu oleh jaringan distribusi yang kuat serta layanan purna jual yang luas di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Mitsubishi menempati posisi ketiga dengan 9.944 unit. Performa ini menegaskan kekuatan merek tersebut di segmen SUV dan kendaraan niaga.
Di bawahnya, Suzuki membukukan 5.550 unit, disusul Honda dengan 3.647 unit.
Walau penjualan Honda sedikit menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya, merek ini masih mampu mempertahankan posisi di lima besar nasional.
Salah satu tren menarik dari penjualan mobil Oktober 2025 adalah meningkatnya permintaan terhadap kendaraan listrik.
Merek asal Tiongkok seperti BYD dan Denza mencatat lonjakan penjualan hingga 10.785 unit secara gabungan.
Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap kendaraan ramah lingkungan, sejalan dengan dorongan pemerintah menuju elektrifikasi transportasi.
Kehadiran merek-merek baru ini juga memperketat persaingan di segmen kendaraan listrik, yang sebelumnya lebih didominasi oleh pabrikan Jepang dan Korea.
Dengan strategi harga yang kompetitif dan fitur modern, mobil listrik Tiongkok kini mulai dilirik sebagai alternatif menarik bagi konsumen urban.
Berbeda dengan pasar kendaraan konvensional dan listrik, segmen Low Cost Green Car (LCGC) justru mencatat sedikit penurunan.