Kongres Borobudur III: Suara Spiritual dan Kritik atas Tata Kelola Wisata Candi Borobudur Magelang
- Pemkab Magelang
“Borobudur awalnya bukan untuk destinasi wisata, melainkan untuk kepentingan spiritual. Namun hal itu kini banyak diabaikan,” jelasnya.
Direktur Utama Taman Wisata Borobudur (TWB), Mardiyanto, menyampaikan apresiasi terhadap Kongres Borobudur. Ia menyebut forum ini penting sebagai ruang untuk menarasikan isu strategis pengembangan kawasan.
“Aspirasi dari masyarakat sudah tertuang di Perpres 101 Tahun 2024. Kami berkewajiban menindaklanjuti masukan dan pandangan dari kawasan,” kata Mardiyanto.
Selain kongres, acara ini juga diwarnai dengan kompetisi opini. Juara pertama diraih Riyanto, pedagang Kampung Seni Borobudur, dengan tulisannya berjudul Dampak Perubahan Kebijakan Tata Kelola Borobudur.
Juara kedua diraih Totok Rusmanto dengan opini tentang Pradaksina-Desa Borobudur Berbasis Pelestarian Nilai Spiritual. Sedangkan juara ketiga dimenangkan Basir, yang menulis tentang Peran VW dalam Membangun Wisata Lintas Kawasan Borobudur.