Festival dan Grebeg Suran Baturraden Diusulkan Masuk KEN 2027, DPR Sebut Banyumas Punya Potensi Wisata Kelas Nasional
- ANTARA/HO-Komisi VII DPR RI
VIVA Banyumas – Banyumas terus memperkuat sektor Pariwisata Banyumas melalui Festival Grebeg Suran di Baturraden yang didorong masuk Kharisma Event Nusantara guna mendukung pertumbuhan UMKM Banyumas.
Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mendorong Festival dan Grebeg Suran Baturraden di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) mulai 2027. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat promosi pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, hingga pengembangan UMKM di daerah.
Usulan tersebut disampaikan Siti Mukaromah saat menghadiri Festival dan Grebeg Suran Baturraden 2026 yang digelar di Lokawisata Baturraden, Minggu, 12 Juli 2026.
"Dorongan itu sudah beberapa kali saya sampaikan kepada Kementerian Pariwisata, karena Grebeg Suran memiliki potensi besar menjadi agenda nasional. Harapannya, mulai 2027 kegiatan ini masuk KEN, sehingga promosi Baturraden semakin luas," katanya, dikutip dari ANTARA, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, Grebeg Suran bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat posisi Baturraden sebagai ikon pariwisata Kabupaten Banyumas yang telah dikenal hingga tingkat nasional maupun mancanegara.
Siti menilai Baturraden memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai kawasan wisata yang mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi.
Tidak hanya sektor pariwisata, tetapi juga ekonomi kreatif, UMKM, transportasi, infrastruktur, hingga industri pendukung lainnya.
Ia menjelaskan, arah pengembangan tersebut sejalan dengan konsep ekosistem pariwisata yang kini menjadi salah satu fokus dalam pembaruan Undang-Undang Kepariwisataan.
Dalam konsep tersebut, pariwisata dipandang tidak hanya sebagai destinasi, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
Bahkan, menurutnya, Baturraden telah lebih dahulu menerapkan konsep ekosistem pariwisata sebelum pembaruan regulasi tersebut diberlakukan.
"Kita berharap lahir kerja sama dan sinergi yang lebih luas, bukan hanya destinasi, tetapi juga budaya, ekonomi kreatif, UMKM, transportasi, infrastruktur, dan edukasi masyarakat," katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat dapat terus diperkuat agar sektor pariwisata menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah berbagai tantangan.
Dalam kesempatan itu, Siti Mukaromah juga mengaku sempat ikut menari lengger bersama para penampil, termasuk wisatawan mancanegara yang turut memeriahkan festival.
Menurutnya, keikutsertaan wisatawan asing dalam tarian tradisional tersebut menjadi bukti bahwa seni budaya Banyumas memiliki daya tarik yang mampu menembus pasar internasional.
"Saya melihat wisatawan dari Eropa ikut menari dengan sangat enerjik. Ini menandakan budaya Banyumas bukan hanya dicintai masyarakat Banyumas, juga masyarakat nasional dan internasional. Karena itu, mari kita cintai budaya yang kita miliki," katanya.