Grebeg Suran Baturraden 2026 Jadi Magnet Wisata Banyumas, Bupati Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal
- ANTARA/Sumarwoto
VIVA Banyumas – Bupati Banyumas menyatakan Grebeg Suran Baturraden 2026 di Baturraden menjadi momentum untuk memperkuat Budaya Banyumas, mengembangkan Pariwisata Banyumas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Banyumas.
Pemerintah Kabupaten Banyumas menegaskan komitmennya menjadikan pelestarian budaya sebagai salah satu fondasi pengembangan sektor pariwisata.
Melalui Festival dan Grebeg Suran Baturraden 2026, pemerintah berharap tradisi budaya tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Banyumas, Junaidi, saat pembukaan Grebeg Suran Baturraden 2026 di Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu.
Menurut Bupati, Grebeg Suran memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar agenda budaya yang rutin digelar setiap bulan Muharam atau Sura.
“Lebih dari itu, Grebeg Suran merupakan simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus wujud penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur," katanya, dikutip dari Antara, Senin (13/7/2026).
Dalam sambutannya, Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival tersebut.
Mulai dari panitia, Pemerintah Kecamatan Baturraden, pemerintah desa, pelaku seni dan budaya, komunitas, pelaku usaha pariwisata hingga masyarakat yang bergotong royong menyukseskan acara.
Ia menilai semangat kebersamaan menjadi modal penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Grebeg Suran mengandung nilai-nilai penting tentang hidup selaras dengan alam, menjaga persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, dan melestarikan budaya sebagai jati diri masyarakat Banyumas,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Banyumas memandang Baturraden sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang memiliki potensi besar.
Kawasan di lereng Gunung Slamet tersebut dinilai menawarkan perpaduan antara panorama alam, kekayaan budaya, seni, dan kearifan lokal.
Karena itu, penyelenggaraan Festival dan Grebeg Suran diharapkan menjadi sarana promosi wisata yang mampu menarik lebih banyak wisatawan datang ke Banyumas.
“Meningkatnya kunjungan wisatawan diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Banyumas juga menegaskan akan terus mendukung berbagai kegiatan budaya yang dapat memperkuat daya saing sektor pariwisata daerah.
Menurut Bupati, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Budaya, kreativitas masyarakat, dan kualitas pelayanan kepada wisatawan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan destinasi yang berkelanjutan.
"Ketika budaya tetap lestari dan masyarakat menjadi pelaku utama, pariwisata akan tumbuh secara berkelanjutan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," katanya.