Begini Strategi Polda Jabar Menangkap Taufik Hidayat DPO, Dari Tim Siber hingga Kerja Sama dengan Meta

Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat Pelaku Kasus Penyiksaan Perempuan di Bandung
Sumber :
  • Instagram/@purnomopolisibaik

VIVA Banyumas – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki (29) di Kabupaten Bandung menjadi perhatian luas masyarakat. Perkara yang menyeret taufik hidayat dpo ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap korban kekerasan dalam hubungan pribadi serta kesigapan aparat penegak hukum dalam mengungkap tindak pidana yang berlangsung dalam waktu lama.

img_title Taufik Hidayat DPO Ditangkap di Majalaya, Jejak Transaksi Ungkap Lokasi Persembunyian

Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa korban kekerasan sering kali berada dalam kondisi terisolasi, mengalami tekanan psikologis, hingga kesulitan mencari pertolongan. Dalam sejumlah kasus, tindakan kekerasan bahkan berlangsung bertahun-tahun tanpa diketahui lingkungan sekitar.

Pada kasus ini, Yuvita diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan berat yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri. Kondisi korban yang mengalami luka serius membuat Kepolisian Daerah Jawa Barat membentuk tim gabungan untuk mengejar pelaku yang sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

img_title Polisi Beberkan Kondisi Kesehatan dan Hasil Tes Narkoba Taufik Hidayat DPO Tersangka Penganiayaan Kekasihnya

Sebelum berhasil diamankan, Taufik Hidayat (30) sempat menjadi buronan polisi. Status taufik hidayat dpo diterbitkan setelah penyidik menetapkannya sebagai tersangka dalam dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki.

Dalam proses pencarian, Polda Jawa Barat tidak hanya mengandalkan penyelidikan konvensional, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital.

img_title Pelarian Taufik Hidayat DPO Tamat! Saat Ditanya Polisi, Jawabannya Cuma: "Siap, Pak"

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengungkapkan pihaknya bekerja sama dengan Meta Platforms untuk membantu melacak aktivitas media sosial pelaku.

"Kita bekerja sama juga dengan pihak luar negeri, ya itu di bidang siber, Meta, ya yang mengelola atau menguasai data di media sosial itu kita melakukan kerja sama. Untuk bisa mendeteksi juga dari media sosial sehingga bisa menunjukkan keberadaan yang bersangkutan," kata Rudi saat berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Selasa (23/6/2026).

Selain menggandeng Meta, penyidik juga melibatkan sejumlah direktorat di lingkungan Polda Jabar, mulai dari Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Direktorat Reserse Narkoba, hingga berkoordinasi dengan Bareskrim Polri.

"Ini tim sudah dibentuk semuanya, tim yang bergerak dalam dugaan narkoba kami buat tim untuk mendeteksi, menelusuri potensi untuk keterlibatan pelaku di narkoba. Siber, kami juga untuk mendalami di bidang siber, kriminal umum, kriminal khusus dan pekerjaan segala macamnya," ujar Rudi.

Halaman Selanjutnya
img_title