Relawan SPPG Terseret Skandal Miras dan Asusila di Sleman, Dua Anak Jadi Korban

Ilustrasi pemerkosaan
Sumber :
  • Antara

VIVA Banyumas – Kasus kekerasan seksual di Sleman yang melibatkan pelajar SMK dan relawan SPPG diduga bermula dari konsumsi minuman beralkohol dan kini ditangani oleh Polresta Sleman.

img_title Skandal Ponpes Pati Bikin Geram! 50 Korban, DPR Desak LPSK Turun Gunung dan Kawal Hingga Tuntas

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang pelajar SMK dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, menyita perhatian publik dan memicu keprihatinan luas.

Peristiwa ini diduga menimpa dua anak di bawah umur yang menjadi korban setelah sebelumnya diberikan minuman beralkohol oleh para pelaku.

img_title Dapur SPPG Bukateja Purbalingga Mulai Beroperasi, Standar BGN Jadi Acuan Layanan Gizi

Aksi tersebut terjadi di Dusun Ngemplak, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, pada Jumat (1/5/2026) siang.

Kejadian ini juga telah dibenarkan oleh Dukuh setempat, Nur Cahyo, yang menyebut kedua pelaku merupakan warga wilayahnya, termasuk salah satunya yang berstatus relawan SPPG.

img_title Menuju Nol Keracunan 2026, BGN Tegaskan Sanksi Penutupan bagi Dapur MBG Bermasalah

Pelaku diketahui berinisial EA, seorang pelajar SMK di Sleman, serta AAF yang diketahui pernah menjadi relawan SPPG di wilayah tersebut.

Keduanya diduga terlibat dalam rangkaian peristiwa yang berujung pada tindak kejahatan terhadap dua korban di bawah umur.

"Kedua pelaku memang warga kami. EA selama ini memang dalam pemantauan oleh jaga warga. Pernah dibuatkan surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi, namun tetap saja melanggar. Kalau AAF baru keluar dari pondok," ungkap Cahyo saat dihubungi, Kamis (7/5/2026).

Menurut penjelasan Cahyo, peristiwa bermula ketika EA menemui AAF setelah yang bersangkutan selesai menjalankan aktivitas sebagai relawan SPPG.

Keduanya kemudian pergi menggunakan sepeda motor untuk membeli minuman beralkohol, sebelum akhirnya menjemput dua korban yang masih di bawah umur dan membawa mereka ke rumah EA.

Di lokasi tersebut, korban diduga diberikan minuman keras hingga tidak sadarkan diri. Dalam kondisi itulah, aksi kejahatan tersebut diduga dilakukan oleh para pelaku.

"Mungkin pas kedua korban tak sadarkan diri terus akhirnya disetubuhi," kata Cahyo.

Ia juga menyebut kondisi rumah EA saat kejadian dalam keadaan sepi karena orang tua pelaku sedang bekerja.

Ayah EA disebut bekerja sebagai tukang batu sekaligus mengurus ternak, sementara ibunya turut membantu perekonomian keluarga.

"Bapaknya EA itu tukang batu. Setelah pulang harus langsung ke sawah, merumput karena piara domba. Ibunya juga bekerja membantu perekonomian karena adiknya masih kecil-kecil. Jadi pulangnya sampai habis Isya," ucapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title