Viral! Orang Tua Kritik Program MBG, Anaknya Dikabarkan Dikeluarkan, BGN Tegas: Tidak Benar!
- ANTARA
VIVA Banyumas – Isu siswa SD di Pemalang yang dikaitkan dengan Program MBG akhirnya diklarifikasi Badan Gizi Nasional sebagai salah paham terkait pelaksanaan Makan Bergizi Gratis.
Kabar mengenai seorang siswa di SDN 01 Banjaranyar, Pemalang, Jawa Tengah yang disebut-sebut dikeluarkan dari sekolah setelah orang tuanya mengkritik Program MBG (Makan Bergizi Gratis) sempat ramai beredar di masyarakat.
Informasi tersebut memicu perhatian publik, terutama di media sosial, karena dikaitkan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan gizi anak sekolah.
Namun demikian, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa isu tersebut tidak benar. Koordinator Regional BGN Jawa Tengah, Reza Mahendra, menegaskan bahwa kabar tersebut muncul akibat kesalahpahaman yang kini telah diluruskan.
"Kejadian di SDN 01 Banjaranyar mengenai siswa yang dikeluarkan karena kritis terhadap MBG itu tidak benar. Hingga saat ini, tidak ada siswa yang dikeluarkan. Siswa tersebut masih berstatus peserta didik," kata Reza, dikutip dari tvOneNews, Rabu (6/5/2026).
Reza menjelaskan bahwa persoalan yang sempat menjadi polemik telah diselesaikan oleh pihak sekolah bersama orang tua murid.
Dalam proses tersebut, pihak sekolah juga memberikan penjelasan rinci terkait penggunaan anggaran dalam Program MBG, yang sebelumnya menjadi sumber kekeliruan persepsi.
Menurutnya, inti permasalahan berawal dari kesalahpahaman terkait harga paket makanan dalam Program MBG, khususnya selama bulan puasa.
Beberapa orang tua mengira biaya per porsi mencapai Rp15 ribu, padahal harga sebenarnya berada di kisaran Rp8 ribu untuk porsi kecil dan Rp10 ribu untuk porsi besar.
Untuk meluruskan hal ini, sekolah mengadakan pertemuan langsung dengan wali murid guna memberikan klarifikasi.
Selain itu, penanganan kasus ini juga melibatkan aparat setempat dan dilakukan melalui proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Di sisi lain, pihak penyedia layanan, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pemalang Randudongkal 2, turut melakukan evaluasi terhadap kualitas menu dalam Program MBG agar tetap sesuai standar.
Berdasarkan penelusuran, isu ini sebenarnya telah muncul sejak akhir Januari 2026 dan kembali mencuat pada pertengahan April dengan narasi yang berkembang menjadi tudingan pengeluaran siswa secara sepihak.