Banyumas Darurat Anak Tak Sekolah! 143 Bocah di Watuagung Terdata, Program “Pasti Sekolah” Digeber Total
- Pemkab Banyumas
VIVA Banyumas –
Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh anak melalui pencanangan program penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Kegiatan ini digelar pada Selasa (28/04/2026) di SD Negeri Siawarak Wetan yang berada di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak.
Wilayah tersebut dipilih sebagai titik awal pelaksanaan karena tercatat memiliki jumlah ATS yang cukup tinggi di Banyumas.
Camat Tambak, Edy Suparyono, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa hasil pendataan awal menunjukkan angka ATS mencapai ratusan anak. Namun, setelah dilakukan verifikasi secara langsung, jumlah tersebut mengalami penyusutan signifikan.
“Dari pendataan awal terdapat 426 anak tidak sekolah, namun setelah dilakukan verifikasi langsung di lapangan, terdapat 177 anak yang benar-benar belum atau tidak bersekolah, dan 143 di antaranya berada di Desa Watuagung,” pungkasnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah melakukan berbagai langkah konkret melalui koordinasi lintas sektor.
Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, guna mempercepat penanganan serta memastikan setiap anak di Banyumas memperoleh hak pendidikan yang layak dan merata.
Program ini secara resmi dicanangkan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf, yang hadir mewakili Bupati Banyumas.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa inisiatif “Pasti Sekolah” merupakan bagian penting dari Trilas Bupati yang harus dijalankan secara kolektif oleh seluruh elemen.
“Program ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan, tetapi juga seluruh komponen, mulai dari forkopimda, forkopincam hingga para pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amrin mengajak masyarakat Banyumas untuk ikut berperan aktif dalam menyukseskan program ini, termasuk menjadi relawan yang mendampingi anak-anak agar dapat kembali mengenyam pendidikan.
Ia menekankan bahwa pendekatan penanganan ATS harus disesuaikan dengan kondisi sosial dan kebutuhan masing-masing anak, baik melalui jalur formal, nonformal, maupun informal.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penandatanganan komitmen bersama dalam penanganan ATS di Banyumas.
Langkah ini diharapkan menjadi tonggak penting menuju target nol anak tidak sekolah, sekaligus memperkuat upaya menghadirkan sistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan di Banyumas.