Susu MBG Diduga Basi! 22 Siswa SD Rembang Muntah-Pusing, Program Gratisan Kini Dipertanyakan Kualitasnya

Dugaan keracunan MBG gegerkan Rembang
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

VIVA Banyumas – Kasus keracunan siswa SD di Rembang usai mengonsumsi program MBG atau makanan bergizi gratis diduga dipicu oleh susu asam yang tidak layak konsumsi.

img_title Viral! Orang Tua Kritik Program MBG, Anaknya Dikabarkan Dikeluarkan, BGN Tegas: Tidak Benar!

Sebanyak 22 siswa di SD Negeri Balongmulyo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, diduga mengalami insiden keracunan massal pada Selasa (21/4/2026).

Peristiwa ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di sekolah.

img_title MBG Libur Idul Fitri, Anak Sekolah hingga Balita Tunggu 31 Maret, Negara Hemat Rp5 Triliun!

Kejadian tersebut bermula ketika sejumlah siswa mulai merasakan gejala seperti mual dan pusing tidak lama setelah menyantap hidangan MBG.

Keluhan itu muncul sesaat setelah mereka mengonsumsi salah satu menu, terutama susu yang disediakan dalam paket makanan bergizi tersebut. Kondisi ini langsung memicu kepanikan di lingkungan sekolah.

img_title Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis di Banyumas, Siswa Terima Porsi Kurang dan Bahan Tak Segar

Para siswa yang mengalami gejala kemudian segera dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas 2 Kragan untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat.

Petugas kesehatan pun langsung melakukan observasi dan tindakan awal guna mencegah kondisi yang lebih serius.

Salah satu siswa, Ajeng Sivana Alza, mengungkapkan pengalamannya setelah mengonsumsi menu MBG tersebut.

Ia merasakan keluhan yang cukup signifikan, terutama setelah mencicipi susu yang menurutnya memiliki rasa tidak biasa.

“Tadi dapat menu MBG susu, kelengkeng, telur, nasi, sayuran, sama tempe tahu. Tadi yang aku makan nasi, susu sama kelengkeng. Yang saya makan habis cuma nasi sama kelengkeng. Kalau susunya cuma dirasa sedikit terus langsung dibuang karena rasanya kecut (asam)," kata Ajeng Sivana Alza.

“Tadi setelah minum susu dada sesak, perut (sakit), muntah dan kepala pusing. Sekarang sudah enakan sedikit,” lanjut dia.

Sementara itu, Kepala Puskesmas 2 Kragan, dr. Arif Rahman Hakim, menyampaikan bahwa pihaknya telah menangani total 22 siswa yang terdampak.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar masih menjalani perawatan lanjutan untuk memastikan kondisi mereka benar-benar stabil.

"Tadi totalnya ada 22 (siswa), tapi yang kita rawat lanjutan ada sekitar 17. Yang kita pulangkan ada 5 orang, kondisinya sudah bagus. Keluhannya dari soal muntah sama sakit perut,” ujar dr. Arif Rahman Hakim.

Hingga saat ini, penyebab pasti dugaan keracunan dalam program MBG tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Halaman Selanjutnya
img_title