Drama Kandang Brebes, Jawa Tengah: 4 Sapi Hilang, Pelaku Ternyata Orang Dalam yang Kabur Usai Beraksi
- Tim tvOne - Tri Handoko
VIVA Banyumas – Kasus pencurian sapi di Brebes, Jawa Tengah melibatkan karyawan peternakan sebagai orang dalam yang meraup Rp121 juta sebelum berujung penangkapan polisi.
Kasus pencurian ternak kembali terjadi di wilayah Brebes, Jawa Tengah. Seorang pria bernama M. Ilham (28), yang diketahui merupakan warga Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, nekat menggasak empat ekor sapi milik majikannya sendiri.
Peristiwa ini berlangsung di sebuah peternakan di Desa Bandungsari, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dan menjadi perhatian karena melibatkan orang dalam.
Aksi tersebut akhirnya terungkap setelah tim gabungan dari Resmob Polres Brebes bersama Resmob Polres Banjarnegara melakukan penyelidikan intensif.
Upaya itu membuahkan hasil ketika pelaku berhasil diamankan di sebuah peternakan di wilayah Banjarnegara pada Senin pagi (20/04/2026).
Setelah ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Brebes untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Tidak hanya pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa empat ekor sapi hasil curian yang sebelumnya telah dijual kepada peternak lain di Banjarnegara. Hewan ternak tersebut kemudian diangkut menggunakan truk sebagai bagian dari proses penyitaan barang bukti.
Dalam pemeriksaan, Ilham mengaku nekat melakukan pencurian karena alasan ekonomi. Ia menyebut bahwa dirinya terdesak kebutuhan untuk melunasi utang, sementara sebagian uang hasil penjualan sapi digunakan untuk keperluan pribadi.
"Awalnya tidak ada yang curiga, karena saya juga bekerja disitu (peternakan sapi) sebagai manajer pemasaran dan pas majikan lagi diluar kota, saya jual ke peternak sapi di Banjarnegara. Dari 4 ekor sapi yang dijual saya dapat uang hingga mencapai Rp 121 juta," kata Ilham.
Untuk menjalankan aksinya, pelaku bahkan menyewa kendaraan truk ekspedisi guna mengangkut sapi-sapi tersebut ke luar daerah.
Ia memanfaatkan posisinya sebagai orang kepercayaan di peternakan untuk memuluskan rencana tersebut tanpa menimbulkan kecurigaan.
"Sapi-sapi yang curi sebenarnya akan dijual oleh majikan saya kepada masyarakat yang akan kurban pada Lebaran Idul Adha mendatang," jelas Ilham.
Kasus ini mulai terungkap setelah korban, Wastono (32), warga setempat, melaporkan kehilangan ternaknya.
Ia menyadari adanya kejanggalan ketika jumlah sapi di kandangnya berkurang dari 11 ekor menjadi hanya 7 ekor pada 14 April 2026.