Telur Turun, Cabai Turun, Daging Sapi dan Ayam di Banyumas Masih Bikin Kantong Menjerit
- ANTARA
VIVA Banyumas – Pasca Lebaran 2026, harga kebutuhan pokok di Banyumas, khususnya cabai rawit merah dan daging sapi di Pasar Manis, mulai menunjukkan penurunan.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, menyampaikan bahwa harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional wilayah tersebut mulai mengalami penurunan setelah momentum Lebaran 2026, meskipun beberapa komoditas masih menunjukkan harga yang tinggi.
“Kalau kenaikan harga memang biasa terjadi saat momentum hari besar keagamaan namun setelah permintaan menurun dan hari raya terlewati, harga perlahan-lahan turun. Telur turun, cabai turun, yang masih bertahan tinggi daging sapi maupun ayam ras,” ujar Gatot di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.
Ia menjelaskan secara rinci bahwa harga daging sapi di Pasar Manis Purwokerto masih berada di kisaran Rp170 ribu per kilogram.
Sedangkan untuk daging ayam ras, harga relatif stabil di angka Rp41 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram.
Penurunan harga lebih terlihat pada komoditas cabai rawit merah yang sebelum Lebaran sempat menembus Rp130 ribu hingga Rp137 ribu per kilogram.
Saat ini, harga cabai rawit merah di tingkat pengecer turun menjadi sekitar Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram, dengan selisih harga antarpedagang mencapai Rp3 ribu hingga Rp5 ribu.
Menurut Gatot, variasi harga ini dipengaruhi oleh pola distribusi barang serta skala penjualan masing-masing pedagang.
Ia menambahkan, puncak kenaikan harga cabai rawit merah terjadi pada Kamis (19/3).
“Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas di Pasar Manis, harga komoditas tersebut mencapai Rp137 ribu per kilogram,” ujarnya.
Gatot memperkirakan harga kebutuhan pokok akan terus menurun dan kembali normal seiring dengan normalisasi permintaan dari masyarakat pasca-Lebaran.
Meski demikian, untuk cabai, kemungkinan harga masih akan fluktuatif karena dipengaruhi kondisi cuaca.
“Kami akan terus melakukan pemantauan rutin guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran tetap terjaga,” kata Gatot.
Dengan penurunan harga yang mulai terlihat ini, masyarakat di Kabupaten Banyumas diharapkan dapat lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari pasca-Lebaran.