Profil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman: Riwayat Pendidikan, Karier hingga Harta Kekayaan Usai Terjaring OTT KPK
- Istimewa
Cilacap, VIVA Banyumas – Kasus OTT KPK yang melibatkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman membuat KPK menjadi sorotan publik, termasuk terkait profil dan harta kekayaan kepala daerah dari Cilacap tersebut.
Nama Syamsul Auliya Rachman mendadak menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Peristiwa ini membuat nama Bupati Cilacap tersebut ramai diperbincangkan, baik di media massa maupun di media sosial.
Dalam operasi yang dilakukan oleh lembaga antirasuah itu, Syamsul Auliya Rachman turut diamankan bersama beberapa pihak lain yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani KPK.
Penangkapan tersebut langsung memicu perhatian luas dari masyarakat, mengingat Syamsul merupakan kepala daerah yang masih aktif menjabat.
Kabar mengenai penangkapan Bupati Cilacap itu juga telah dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.
“Benar,” ujar Fitroh dikutip dari tvOneNews.
Meski telah membenarkan adanya operasi tangkap tangan tersebut, pihak KPK hingga saat ini belum memaparkan secara rinci kasus yang melatarbelakangi OTT tersebut.
Lembaga antirasuah itu juga belum mengungkap siapa saja pihak lain yang ikut terjaring dalam operasi tersebut.
Latar Belakang Pendidikan
Di tengah mencuatnya kasus ini, publik mulai menelusuri latar belakang pendidikan dan perjalanan karier Syamsul Auliya Rachman.
Berdasarkan data yang tercantum dalam laman Komisi Pemilihan Umum (KPU), ia memiliki latar belakang pendidikan yang berkaitan erat dengan bidang pemerintahan.
Syamsul menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Cilacap pada periode 2000 hingga 2003.
Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA, ia melanjutkan studi ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada tahun 2004 hingga 2008.
Di institusi pendidikan kedinasan tersebut, Syamsul mengambil program Sarjana Sains Terapan Pemerintahan yang mempelajari berbagai aspek administrasi pemerintahan serta tata kelola daerah.
Perjalanan akademiknya tidak berhenti di sana. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dengan mengambil program Magister Sains di Universitas Jenderal Soedirman pada periode 2010 hingga 2013.
Selanjutnya, Syamsul kembali melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar doktor. Ia menyelesaikan program Doktor di Institut Pemerintahan Dalam Negeri Jakarta pada periode 2018 hingga 2021.