Bulog Banyumas Serap Hampir 10 Ribu Ton Gabah Petani, Stok Beras Aman Jelang Panen Raya dan Lebaran 2026
- Bulog Banyumas
VIVA Banyumas –Bulog Banyumas terus meningkatkan serapan gabah petani saat panen raya Banyumas guna memperkuat cadangan beras pemerintah, sehingga stok beras yang dikelola Bulog Banyumas tetap aman dan stabil.
Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas terus memaksimalkan penyerapan gabah petani di wilayah Banyumas Raya guna memperkuat stok beras sebagai cadangan pangan pemerintah.
Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya masa panen di sejumlah daerah sentra produksi padi serta untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasaran.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, mengatakan hingga saat ini realisasi pengadaan beras tahun 2026 telah mendekati 10 ribu ton setara beras dari target total sebesar 78.373 ton.
Penyerapan tersebut berasal dari gabah kering panen maupun beras yang dihimpun dari berbagai wilayah produksi di Banyumas Raya.
“Realisasi pengadaan hingga kemarin (Selasa, 10/3) hampir mencapai 10 ribu ton setara beras yang berasal dari penyerapan gabah kering panen sekitar 16.684 ton serta beras sekitar 837 ton,” katanya, dikutip dari ANTARA, Jumat (13/3/2026).
Sebagian besar gabah yang diserap merupakan hasil Program Serap Gabah Petani (Sergap) yang dijalankan melalui mitra penggilingan serta tim jemput pangan Bulog yang turun langsung ke lapangan.
Dalam proses tersebut, petugas Bulog memastikan kualitas gabah sesuai ketentuan dengan dukungan penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta TNI melalui Babinsa.
Bulog membeli gabah kering panen milik petani dengan harga Rp6.500 per kilogram menggunakan skema any quality, selama gabah tersebut sudah memasuki usia panen.
Peran PPL juga penting untuk memastikan gabah yang diserap benar-benar siap panen sehingga hasil penggilingan dapat menghasilkan beras dengan rendemen yang baik.
“Setiap titik penyerapan diketahui oleh PPL yang memastikan gabah tersebut memang sudah masuk usia panen sehingga hasil pengolahan menjadi beras nantinya juga berkualitas dan dapat memperkuat cadangan pangan pemerintah,” katanya.
Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog Banyumas tercatat lebih dari 56 ribu ton dan diperkirakan akan terus meningkat seiring meluasnya masa panen di wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.