Tekan Sampah Rumah Tangga, Purbalingga Terapkan Strategi Lingkungan Hidup Terpadu

Purbalingga perkuat pengelolaan sampah melalui bank sampah
Sumber :
  • Pemkab Purbalingga

Purbalingga, VIVA Banyumas – Pemerintah Purbalingga memperkuat pengelolaan sampah melalui TPST, edukasi masyarakat, dan berbagai program untuk menciptakan lingkungan bersih serta menekan volume sampah rumah tangga.

img_title Rekonstruksi Pembunuhan Kepala Dusun di Purbalingga Digelar, Tersangka SW Jalani 21 Adegan di Lokasi Buatan

Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus memperkuat strategi penanganan sampah guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi warganya.

Upaya ini difokuskan pada perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak di rumah, sehingga volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) dapat dikurangi secara signifikan.

img_title Belasan Pelajar di Purbalingga Kedapatan Nongkrong di Warung saat Jam Sekolah

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis Pembinaan Pengelolaan Sampah dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Purbalingga, Rabu (11/3/26).

Acara yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup melalui Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa ini juga dihadiri peserta dari Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Purbalingga, Suroto, menekankan bahwa forum ini memperkuat komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup.

img_title Program Magang Nasional 2026 Hadir di Purbalingga, Lulusan Perguruan Tinggi Bisa Dapat Uang Saku Setara UMK

Menurutnya, masalah sampah menjadi salah satu isu lingkungan paling krusial karena berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas lingkungan masyarakat.

“Jika persoalan ini tidak segera direspons secara tepat dan cepat, tentu akan menjadi masalah serius dan menimbulkan dampak sistemik, mulai dari kesehatan hingga lingkungan,” ujar Suroto.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya melalui kesadaran dan tanggung jawab bersama.

Perilaku mengurangi, memilah, dan mengolah sampah perlu terus ditingkatkan agar jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat dapat ditekan.

“Harapannya ke depan, tempat pembuangan akhir bukan lagi sekadar tempat membuang sampah, tetapi menjadi tempat pengolahan sampah yang efektif. Ini membutuhkan kesadaran bersama, baik individu maupun institusi,” katanya.

Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa, Eduward Hutapea, menjelaskan bahwa KIE berperan penting dalam membangun budaya hidup berkelanjutan di masyarakat.

“Investasi besar pada infrastruktur pengolahan sampah tidak akan optimal jika sampah yang masuk masih tercampur. Karena itu perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari rumah menjadi kunci utama,” ujar Eduward.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Purbalingga, Bambang Triono, menambahkan pemerintah daerah terus memperkuat fasilitas pengolahan sampah, seperti bank sampah, TPS 3R, dan TPST, serta mendorong desa mandiri sampah melalui edukasi pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga.

Halaman Selanjutnya
img_title