Tol Bawen Jadi Titik Rawan, Pemprov Jateng Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Kecelakaan Mudik

pengaturan arus kendaraan di Tol Bawen selama mudik Lebaran 2026
Sumber :
  • Tim tvOne

VIVA Banyumas – Tol Bawen dan Exit Tol Bawen diterapkan rekayasa lalu lintas serta pos pengamanan untuk pengaturan arus kendaraan di Tol Bawen selama mudik Lebaran 2026.

img_title Kabar Baik! Gula Semut Banyumas Diekspor ke Amerika, Mendag Sebut Berpeluang Kuasai Pasar Dunia

Kawasan Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di jalur utama mudik Lebaran 2026.

Mengantisipasi risiko tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas untuk menekan potensi kecelakaan sekaligus mengurai kepadatan kendaraan.

img_title Pramuka Banyumas 35 Kali Juara Jateng, Bupati Sadewo: Ini Bukan Prestasi Kaleng-Kaleng!

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa langkah-langkah pengamanan telah disiapkan melalui koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kepolisian, serta instansi terkait.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah menempatkan pos pengamanan di sekitar Exit Tol Bawen. Pos ini berfungsi untuk mempercepat penanganan bila terjadi permasalahan lalu lintas.

img_title Hari Buruh 2026 Jawa Tengah, Santunan Rp337 Juta Disalurkan BPJS Ketenagakerjaan untuk Tiga Ahli Waris

“Sudah ada pos pengamanan di titik tersebut. Pospam itu kepanjangan tangan Polres untuk problem solving di tempat itu,” ujar Ahmad Luthfi saat meninjau kesiapan tol fungsional ruas Tol Bawen-Ambarawa, Selasa (10/3/2026).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menambahkan bahwa kawasan simpang Bawen hingga Exit Tol Bawen memang menjadi titik kepadatan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Beberapa insiden sebelumnya membuat pemerintah menyiapkan langkah antisipatif, terutama menjelang lonjakan kendaraan pada musim mudik.

Pemerintah provinsi telah melakukan konsolidasi dengan sejumlah pihak, termasuk Jasa Marga, petugas konstruksi jalan tol, kepolisian, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, untuk menyiapkan skema pengaturan lalu lintas.

Hasil koordinasi menetapkan bahwa mulai H-7 Lebaran akan diberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Exit Tol Bawen.

“Pengguna jalur itu sudah mulai dipisah. Nanti akan dibuatkan jalur khusus untuk sepeda motor. Selain itu pengaturan lalu lintas termasuk traffic light akan diatur tersendiri,” jelas Arief saat mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi dan Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.

Rekayasa lalu lintas ini bersifat sementara selama periode mudik dan balik Lebaran. Pos pengamanan terpadu akan ditempatkan di lokasi tersebut mulai 13 hingga 30 Maret 2026.

Untuk jangka panjang, pemerintah berencana melakukan evaluasi menyeluruh setelah masa arus mudik dan balik selesai.

Halaman Selanjutnya
img_title